Transaksi Broker Terdorong Amnesti Pajak

Jumat 5 Ags 2016 15:14Administratordibaca 286 kaliSemua Kategori

bisnis 126

Kinerja transaksi perusahaan sekuritas berpotensi membaik seiring dengan meningkatnya transaksi saham di lantai bursa pasca-kebijakan amnesti pajak.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menuturkan kinerja perusahaan sekuritas berpotensi membaik seiring dengan meningkatnya transaksi harian. Pada perdagangan Rabu (27/7), misalnya, total nilai transaksi BEI menembus Rp10,14 triliun.


"Semester II kinerja sekuritas berpotensi meningkat, baik transaksi saham, margin, maupun stockholding karena terdorong kondisi makro, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan tax amnesty," tuturnya, Kamis (4/8).


Investor asing tercatat terus membanjiri lantai bursa. Kemarin, investor asing kembali membukukan net buy Rp1,03 triliun dan mempertebal capaian beli bersih sejak awal tahun menjadi Rp31,02 triliun.


Tren capital inflow terjadi sejak pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak yang disusul oleh reshuffle kabinet. Dana asing mulai merangsek pasar modal Tanah Air sejak 21 Juni 2016 hingga kemarin yang mencapai lebih dari Rp20 triliun.


Bila dilihat dari nilai transaksi, investor asing telah mengguyur lantai bursa Rp390,4 triliun sejak awal tahun atau mewakili 44% dari total transaksi. Sebaliknya, investor domestik telah bertransaksi senilai Rp492,8 triliun yang mewakili 56% dari total transaksi year to date.


Berdasarkan data Bloomberg, transaksi broker sepanjang Januari-Juli 2016 mencapai Rp1.688,07 triliun.  Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari nilai transaksi broker Januari sebesar Rp200,03 triliun, Februari Rp236 triliun, Maret Rp260,27 triliun, April Rp244,61 triliun, Mei Rp218,71 triliun, Juni Rp271,05 triliun, dan Juli sebesar Rp257,36 triliun.


Transaksi broker pada Juli turun 5,05% dibandingkan dengan Juni 2016. Penurunan gross valuekembali terjadi setelah pada Juni transaksi broker melesat 19,31%. Penurunan transaksi diduga terjadi lantaran ada momen puasa dan Lebaran.


Sepanjang bulan lalu, Morgan Stanley Indonesia membukukan nilai transaksi terbesar di antara sekitar 109 perusahaan efek yang terdaftar sebagai Anggota Bursa. Pada Juli, transaksi broker sekuritas asing itu mencapai Rp15,41 triliun.


Transaksi tersebut didominasi oleh perdagangan saham emiten berkode BMRI Rp4,12 triliun, BBRI Rp1,87 triliun, BBCA Rp1,61 triliun, ASII Rp1,6 triliun, dan TLKM sebesar Rp1,5 triliun.


Lima broker yang membukukan nilai transaksi saham terbesar seluruhnya merupakan perusahaan asing. Di bawah Morgan Stanley ada Maybank Kim Eng Securities dengan gross value Rp14,97 triliun, UBS Securities Indonesia Rp13,97 triliun, Credit Suisse Securities Rp13,67 triliun, dan Citigroup Securities Rp12,01 triliun.


Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan turunnya transaksi broker pada Juli dipicu oleh hari perdagangan bursa yang lebih sedikit lantaran libur Idulfitri. Selain itu, secara historis pada periode Ramadan transaksi BEI relatif sepi.


"Bulan lalu, perdagangan saham baru ramai satu minggu setelah libur Lebaran. Lantas meningkat tajam setelah tax amnesty berlaku dan reshuffle, transaksi loncat bahkan sempat sentuh Rp10 triliun," katanya.

Pada Agustus, lanjut Edwin, IHSG yang telah naik signifikan berisiko mengalami koreksi. Faktor pendorongnya, antara lain aksi ambil untung, valuasi saham yang sudah mahal, laporan keuangan emiten.


"Secara historis market bisa turun 4% pada Agustus. Jadi investor istilahnya harus hati-hati dengan kemungkinan itu," imbuhnya.

 

KATALIS POSITIF

Citi Country Officer (CCO) Citigroup Indonesia Batara Sianturi menuturkan sepanjang tahun berjalan Citi Securities masuk dalam top 5 broker di bursa saham Indonesia. Fokus bisnis lini bisnis ini adalah menjalankan kegiatan perantara perdagangan saham, riset, dan trading.


"Kami optimistis banyak katalis yang membuat pasar tumbuh. Kami lihat sekarang indeks sudah 5.300, prediksi Citigrup IHSG 5.700 pada akhir tahun ini," kata Batara, Rabu (4/8).


Pada penutupan perdagangan Kamis (4/8), indeks harga saham gabungan ditutup naik 21,98 poin atau 0,41% ke level 5.373.86. Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah membukukan kinerja sebesar 17%.


Menurut Batara, faktor pemangkasan BI Rate, mengalirnya dana repatriasi tax amnesty, dan arus masuk dana investor asing akan semakin menggairahkan lantai bursa pada semester II/2016.

Hasan Ukim, Presiden Direktur Equity Sales Citigroup Securities Indonesia, menuturkan saat ini perusahaan memiliki sekitar 100 nasabah institusi yang mayoritas merupakan korporasi asing yang berbasis di luar negeri.


Sebagai bagian dari Citibank Indonesia yang menjadi salah satu pintu masuk dana repatriasi kebijakan amnesti pajak, Citigroup Securities mengaku siap untuk melayani transaksi saham, termasuk transaksi tutup sendiri (crossing).


"Infrastruktur kami siap untuk melakukan transaksi apa pun, termasuk crossing. Kami ituwindow dari fund manager, kalau mereka dapat uang tax amnesty, kami siap," imbuhnya.


Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistioningsih memproyeksi IHSG pada level 5.350 pada akhir 2016. Secara historis, lanjutnya, dalam tiga dari lima tahun terakhir IHSG selalu mengalami koreksi pada Agustus.


"Proyeksi konservatif kami ada di level 5.350, karena ada pola koreksi pada bulan tertentu semester II, seperti pada Agustus. Tetapi kalau IHSG mampu menyentuh level tertinggi 5.524, akan ada sentimen positif mengarah ke 5.600," kata Lana.


Pada kesempatan terpisah, Head of Research Maybank Asset Management Ivan Chamdani mengatakan merosotnya IHSG pada penutupan tahun lalu didorong oleh foreign outflow yang nilainya mencapai US,7 miliar-US,8 miliar. Dana asing tersebut sekarang mulai masuk lagi ke pasar saham.


"Sepanjang tahun berjalan, foreign inflow sudah US,9 miliar. Masih ada potensi US0 juta-US miliar atau mungkin lebih yang dapat menjadi pendorong IHSG," tuturnya, Kamis (4/8).


Ivan menambahkan saham-saham yang masuk dalam IHSG maupun Jakarta Islamic Index (JII) memiliki rerata geometric mean yang sangat baik. Penilaian rata-rata return geometrik IHSG berada di bawah India, tetapi sejajar dengan Filipina.

Sumber : bisnis.com (Jakarta, 5 Agustus 2016)
Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

Pasca Kebijakan Tax Amnesty, Transaksi Harian Bursa Naik Rp2 TriliunPasca Kebijakan Tax Amnesty, Transaksi Harian Bursa Naik Rp2 Triliun

Pasca-penerapan kebijakan amnesti pajak, rerata nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan mencapai Rp2 triliun/hari dalam kurun 1,5 bulan terakhir. Rerata nilai transaksi saham harian mengalami kenaikan signifikan dari Rp6 triliun menjadi Rp8 triliun setelah pemerintah melakukan sosialisasi kebijakan amnesti pajak pada Juli 2016 lalu.selengkapnya

TRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 MiliarTRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 Miliar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (30/5/2017).selengkapnya

Amnesti Pajak akan Tingkatkan Rata-Rata Transaksi Pasar SahamAmnesti Pajak akan Tingkatkan Rata-Rata Transaksi Pasar Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa program amnesti pajak akan menjadi salah satu faktor yang mendorong rata-rata nilai transaksi harian di pasar saham domestik meningkat menjadi Rp 6,6-Rp 7 triliun.selengkapnya

Sejak Tax Amnesty, Investor Asing Borong Saham Rp26,12 TriliunSejak Tax Amnesty, Investor Asing Borong Saham Rp26,12 Triliun

Sejak dibahas draft Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty) oleh DPR, investor asing terus mengguyur bursa saham dengan pembelian bersih Rp26,12 triliun.selengkapnya

Repatriasi Amnesti Pajak Mulai Dorong Transaksi SahamRepatriasi Amnesti Pajak Mulai Dorong Transaksi Saham

Total nilai penerimaan dana repatriasi sejak pelaksanaan program amnesti pajak (tax amnesty) hingga hari ini, Jumat (26/8/2016), telah mencapai Rp2,53 triliun. Menurut catatan Bisnis.com, peningkatan dana repatriasi mulai menembus Rp2 triliun kemarin (Kamis, 25/8/2016) atau lebih dari 100% dalam waktu 10 hari sejak mencapai nilai Rp1,03 triliun pada 15 Agustus.selengkapnya

Nasabah Diintip Ditjen Pajak, Bukopin Targetkan Transaksi Kartu Kredit Rp6 TriliunNasabah Diintip Ditjen Pajak, Bukopin Targetkan Transaksi Kartu Kredit Rp6 Triliun

Kebijakan pemerintah memperbolehkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak melihat data pemilik kartu kredit tak lantas membuat Bank Bukopin khawatir. Mereka tetap mematok target pertumbuhan yang cukup tinggi untuk kepemilikan ataupun transaksi melalui kartu kredit ini. Kepala Divisi Kartu Kredit Bank Bukopin, Muhdan Lubis mengaku tidak khawatir dengan kebijakan pemerintah tersebut.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Materi Sadar Pajak Masuk Universitas, Dosen Diberi Pelatihan KhususMateri Sadar Pajak Masuk Universitas, Dosen Diberi Pelatihan Khusus

Materi sadar pajak akan masuk ke kurikulum pendidikan tinggi. Materi tersebut bukan sebagai mata kuliah, melainkan disisipkan ke dalam mata kuliah wajib umum (MKWU).selengkapnya

Pungutan pajak orang kaya belum optimalPungutan pajak orang kaya belum optimal

Pemerintah mengakui kemampuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengoleksi penerimaan negara masih kurang optimal, terutama di kelompok terkaya. Penyebabnya tak lain karena skema tarif pajak penghasilan (PPh) di Indonesia masih terlalu sederhana dan belum mencerminkan asas keadilan. Padahal, PPh saat ini memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan pajak.selengkapnya

Pemerintah pantau terus penerimaan pajakPemerintah pantau terus penerimaan pajak

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2017 belum juga mencapai separuh target. Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, realisasinya hingga akhir bulan lalu hanya sebesar Rp 601,1 triliun atau 46,8% dari target dalam APBN-P 2017.selengkapnya

SMI: Optimistis target pajak 2017 tercapaiSMI: Optimistis target pajak 2017 tercapai

SMI masih optimis dengan penerimaan pajak 2017selengkapnya

DJP yakin penerimaan pajak semester II-2017 meningkatDJP yakin penerimaan pajak semester II-2017 meningkat

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meyakini penerimaan pajak akan meningkat pada semester II-2017, meski realisasi pendapatan dari sektor pajak hingga akhir Juli 2017 belum mencapai 50 persen.selengkapnya

BI: Inflasi Juli 2017 TerkendaliBI: Inflasi Juli 2017 Terkendali

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2017 tercatat sebesar 0,2 persen secara bulanan (mtm).selengkapnya

Sri Mulyani pastikan pemerintah terus bersiap terapkan AEOISri Mulyani pastikan pemerintah terus bersiap terapkan AEOI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan persiapan pemerintah menuju pelaksanaan pertukaran data keuangan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan dengan yuridiksi lain (AEOI) mulai 2018 terus dilakukan dalam berbagai tahapan.selengkapnya

Komisi XI setuju Perppu Pajak jadi UUKomisi XI setuju Perppu Pajak jadi UU

Komisi XI DPR menyetujui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan untuk dibawa dalam rapat paripurna dan disepakati menjadi Undang-Undang.selengkapnya

DPR tolak anggaran kajian pemindahan ibukota IndonesiaDPR tolak anggaran kajian pemindahan ibukota Indonesia

Komisi XI DPR menolak dana untuk kajian rencana pemindahan ibukota Indonesia yang diajukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar Rp7 miliar dalam pembahasan APBN-P 2017.selengkapnya

Presiden Jokowi minta RAPBN 2018 terfokusPresiden Jokowi minta RAPBN 2018 terfokus

Presiden Joko Widodo meminta agar penyusunan RAPBN 2018 terfokus pada sasaran-sasaran yang ingin dicapai pemerintah yaitu bidang infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.selengkapnya



 
TAGS # :