Semangat Gotong Royong Bisa Mengikis Kemiskinan

Selasa 18 Okt 2016 13:23Ajeng Widyadibaca 85 kaliSemua Kategori

BERITASATU 1001

Semangat gotong royong mampu mengentaskan kemiskinan. Salah satu wujud gotong royong adalah membayar pajak dengan benar. Hanya dengan penerimaan pajak yang cukup dan belanja yang tepat sasaran, angka kemiskinan bisa dipangkas. Rasio pajak terhadap PDB atau tax ratio Indonesia yang baru 11% merupakan bukti bahwa semangat gotong royong bangsa ini belum cukup kuat.

"Mari kita tunjukkan semangat gotong royong kita dengan membayar pajak dengan benar," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara Supermentor-16 End Poverty: Bisakah Umat Manusia Mencapai Nol Persen Kemiskinan di Abad 21?  di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (17/10).

Selain Sri Mulyani, acara yang digagas Chairman Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal ini juga menghadirkan Kepala Ekonom ‎Bank Dunia Vivi Alatas, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves, duta UNDP Reza Rahadian, dan Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson.

Pajak yang cukup untuk membiayai pembangunan, kata Menkeu, juga merupakan wujud kedaulatan negara. Pajak yang rendah membuat negara terjebak dalam belitan utang besar dan kesulitan membiayai program yang menyangkut nasib rakyat, khususnya rakyat miskin. Negara tetangga, seperti Filipina, tax ratio-nya sudah 12,9% pada 2012. Pada tahun yang sama, tax ratio Malaysia mencapai 16,1% dan Thailand sebesar 16,5%.

Untuk mendongkrak penerimaan pajak, pemerintah menggulirkan program amnesti pajak (tax amnesty/TA). Pogram ini bertujuan memutuskan mata rantai ketidakpercayaan antara pemerintah dan pembayar pajak serta menciptakan tradisi membayar pajak. TA juga menjadi momentum bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memperbaiki administrasi perpajakan, meningkatkan kredibilitas dengan membersihkan diri dari unsur korupsi. "Ke depan, DJP harus menjadi lembaga terpercaya dan itu bukan tugas ringan," ungkap Sri Mulyani.

Pajak terkumpul, yang merupakan wujud semangat gotong rotong, demikian Menkeu, harus dibelanjakan dengan benar agar redistribusi benar-benar terwujud. Pemerintah berusaha dengan cermat mendesain belanja yang baik agar rakyat miskin juga mengalami perbaikan kesejahteraan.

"Belanja yang salah adalah masalah besar dan itulah yang selama ini kita alami. Karena itu, pemerintah berusaha mendesain dengan cermat dan mengeksekusi dengan tepat rencana belanja dana APBN," ungkap Sri Mulyani. Pada masa lalu, subsidi BBM yang terlalu besar adalah contoh belanja yang salah. Ke depan, pemerintah terus mempertajam mata anggaran belanja agar seluruh rakyat, terutama yang miskin dan tertingal, ikut menikmati.

Belanja pemerintah, kata Menkeu, diarahkan untuk mendongrak laju pertumbuhan ekonomi, memangkas kemiskinan, dan mempersempit kesenjangan sosial. Belanja APBN akan diarahkan, terutama, untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan masyarakat perdesaan. Infrastruktur dimaksud, bukan hanya infrastruktur transportasi, energi, dan telekomunikasi, melainkan juga infrastruktur dasar, seperti air bersih dan sanitasi.

Seluruh rakyat Indonesia hendaknya sudah mengetahui kemudahan yang disiapkan pemerintah, yakni Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sehat, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan berbagai jenis program pemerintah untuk membantu warga menengah-bawah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Ekonom ‎Bank Dunia Vivi Alatas mengimbau semua pihak untuk menjadi connector, yakni pihak yang menyampaikan berbagai informasi penting kepada rakyat tentang berbagai program yang disiapkan pemerintah untuk rakyat.

Pada Maret 2016, penduduk Indonesia yang masuk kategori miskin absolut adalah 10,86%. Pemerintah menargetkan pada akhir 2017 penduduk miskin turun menjadi 10% dan pada 2018 tinggal 7-8%. Namun, bersamaan dengan penurunan penduduk miskin, tingkat kesenjangan juga membesar. Pada Maret 2016, rasio Gini di Indonsia 0,40, turun dari 0,41 tahun lalu.

Generasi Y

Sementara itu, Chairman Foreign Policy Community of Indonesia Dino Pati Djalal mengemukakan, generasi Y atau lebih dikenal dengan generasi millenial berkesempatan besar mengentaskan kemiskinan ekstrem atau dengan pengeluaran US$ 1,25 per hari. Kreativitas dan semangat berwirausaha yang didukung pemanfaatan teknologi informasi (TI) bisa mendekatkan orang dengan pasar dan menjadikan masyarakat lebih produktif.

Menurut Dino, sejalan dengan target dunia mengentaskan kemiskinan pada 2030, generasi seusianya beserta generasi putra-putrinya berkesempatan besar turut mengentaskan kemiskinan. Dalam satu tahun terakhir, secara global, sekitar 1,1 miliar penduduk miskin dengan pengeluaran US$ 2 per hari terentaskan.

“Kemiskinan secara global berangsur turun dari 40% total penduduk dunia menjadi 20%, bahkan 17% total penduduk dunia dalam beberapa tahun terakhir. Masih ada sekitar 800 juta penduduk miskin. Kita yakin dengan peran generasi millenial, penduduk miskin bisa terentaskan, terutama yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Molor sedikit dari tahun 2030 saya kira tidak masalah,” kata dia.

Dino menambahkan, pada satu sisi, ketimpangan Indonesia yang terukur lewat rasio Gini berada di kisaran 0,4 dan dinamis naik-turun. Ketimpangan di negara maju dan berkembang secara umum makin melebar. Kuncinya adalah memberikan akses yang sama terhadap mobilitas dan kesempatan bagi setiap penduduk.

“Dalam ekonomi bebas atau pasar bebas, ketimpangan merupakan satu keniscayaan. Jadi, yang penting ada akses mobilitas dan kesempatan yang sama, sehingga pemerintah perlu memberikan ruang mobilitas yang tinggi pada setiap warga,” ujar dia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves menekankan pentingnya pengurangan ketimpangan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan inklusif. “Dunia tengah bergerak mengentaskan kemiskinan dan mengupayakan kemakmuran bersama. Meski tingkat kemiskinan ekstrem terus turun, angkanya masih cukup tinggi,” tutur dia.

Tantangannya, menurut Rodrigo Chaves, adalah perlunya upaya sungguh-sungguh untuk mengurangi ketimpangan yang telah menghambat berbagai negara dalam membagikan kemakmuran pertumbuhan ekonomi di antara mayoritas penduduknya.

“Saya kira isu kemiskinan dan ketimpangan juga menjadi agenda penting pemerintah Indonesia. Yang terpenting adalah mengurangi ketimpangan kesempatan. Sangat tidak fair ketika seseorang menjadi miskin karena faktor di luar kendali mereka, seperti akses pendidikan dan sanitasi yang timpang. Di sini, peran pemda sangat penting,” tandas dia.

Dia menjelaskan, ketidakproduktifan kerap menjadi akar kemiskinan. Solusinya ada dua, yakni investasi di SDM lewat pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, serta investasi di bidang infrastruktur penunjang, seperti sanitas. “Ini pekerjaan berat pemerintah, termasuk pemda, karena pembangunan infrastruktur tersebut di level pemda,” papar dia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menambahkan, kaum muda dengan keahliannya, baik pengusaha, akademisi, pekerja paruh waktu dan fulltime maupun programer, bisa menjadi bagian perubahan dan turut mengentaskan kemiskinan.

“Di Australia, kami berinvestasi besar-besaran di bidang pendidikan. Pemerintah juga memperbaiki kemiskinan dengan memberi kesempatan kepada setiap orang secara merata lewat akses pendidikan maupun infrastruktur dasar lainnya, seperti listrik dan transportasi. Kesenjangan juga akan lebih cepat diatasi lewat penggunaan TI yang menjadi jembatannya,” ucap dia.

Masih 40%

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengakui, saat ini 40% dari total penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. “Kondisi itu perlu diputus. Pemerintah siap meningkatkan pelayanan dasar, termasuk air bersih dan sanitasi serta pendidikan,” ujar dia.

Menurut Menkeu, 10 tahun lalu anggaran pendidikan masih Rp 50-70 triliun, tapi sekarang sudah Rp 400 triliunan. Tapi ini belum cukup karena masih ada 50 ribu ruang kelas yang rusak. “Juga ada Rp 100 triliun anggaran kesehatan, tapi masih ada yang belum diimunisasi, apakah itu karena tidak tahu, tidak mau, atau tidak mampu,” tutur dia.

Sri Mulyani menjelaskan, perlu ada desain pembangunan yang tertata . “Itu bukan seperti ilmu yang rumit. Indonesia bisa belajar dari negara yang sudah jauh lebih merdeka sejak 200-500 tahun lalu,” tegas dia.

Melalui kebijakan fiskal, menurut Menkeu, pemerintah juga berupa mengatasi tantangan jangka pendek atau kekinian. Anggaran negara harus bisa menjadi instrumen untuk memerangi kemiskinan dan kesenjangan.

“Pajak adalah instrumen yang sangat penting. Pertama dari yang paling kaya untuk redistribusi dengan demikian ekonomi bisa tumbuh sekaligus kemiskinan bisa diatasi,” papar dia.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, juga telah mengambil kebijakan antipopulis dengan menghapus subsidi dan dananya direalokasikan ke belanja produktif. “Mengatasi kesenjangan adalah hal paling pelik, tapi bisa dilahirkan. Amanah uang Rp 2.000 triliun milik 250 juta rakyat Indonesia harus dibelanjakan dengan baik dan penuh amanah. Dan, masyarakat memiliki andil agar Indoensia menjadi negara besar,” tegas dia.

Kepala Ekonom ‎Bank Dunia Vivi Alatas melihat kemiskinan bisa terentaskan dengan meningkatkan akses untuk kesehatan, pendidikan, TI, dan bidang lainnya. Dengan begitu pula, tingkat maupun angka kemiskinan serta kesenjangan di Indonesia berkurang.

"Di Indonesia, gagal panen saja bisa menambah angka kemiskinan, jadi rawan sekali. Untuk itu, kita, negara, harus hadir karena punya peran sangat besar," tandas dia.

Vivi mengatakan, kemiskinan bermula dari kurangnya pemerataan akses kesehatan di Indonesia‎. Hanya 35% anak-anak Indonesia yang mendapatkan imunisasi. “Hanya 40% anak Indonesia yang memperoleh ASI eksklusif sehingga memunculkan masalah stunting di Indonesia. Stunting di Indonesia lebih tinggi dibanding negara tetangga," kata dia.

Masyarakat Indonesia, kata Vivi, juga minim informasi fasilitas KUR, padahal KUR dapat digunakan sebagai modal untuk berwirausaha dan mengangkat seseorang dari kemiskinan. ‎Ia mencontohkan kondisi di Zimbabwe, di mana faktor kesehatan berperan dalam kemiskinan melalui super konektor.

Pada era serba teknologi canggih ini, Vivi berharap, generasi muda dapat berpartisipasi menyebarkan pemahaman mengenai kesehatan dan pendidikan yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Itu dapat dilakukan lewat media sosial dan lainnya demi membantu penyebaran informasi kepada keluarga miskin.

"Jeritan kemiskinan bukan diatasi dengan menunggu, tapi dengan berusaha. Jadi, kunci mengubah nasib adalah dengan bekerja, jangan hanya yang instan. Dengan mengawal kesehatan, pendidikan, dan penyaluran anggaran sesuai target sasaran, serta bekerja keras, kemiskinan Indonesia bisa diakhiri," tegas Vivi. 

Sumber : beritasatu.com (Jakarta, 18 Oktober 2016)

Foto : beritasatu




BERITA TERKAIT
 

Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015

PT EK Prima Ekspor Indonesia memiliki surat tagihan pajak Rp 78 miliar.selengkapnya

Di G20, Presiden Jokowi: Indonesia Butuh Sistem Pajak yang Adil dan TransparanDi G20, Presiden Jokowi: Indonesia Butuh Sistem Pajak yang Adil dan Transparan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, Indonesia mendukung diterapkannya kebijakan pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan guna meningkatkan pendapatan negara-negara berkembang.selengkapnya

Anggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan PajakAnggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan Pajak

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Arsul Sani menegaskan jika UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak tidak mengampuni koruptor, kejahatan illegal logging, dan sebagainya.selengkapnya

Masih Sedikit Direksi dan Komisaris Bank yang Ikut Tax AmnestyMasih Sedikit Direksi dan Komisaris Bank yang Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, hingga saat ini, masih sedikit pemegang saham dan pengurus perusahaan perbankan yang ikut dalam program pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Yang Ditunggu Mazda Indonesia dari PemerintahYang Ditunggu Mazda Indonesia dari Pemerintah

Pertengahan 2015 lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta agar pemerintah bisa menurunkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil jenis sedan. Hal ini dilakukan karena PPnBM sedan saat ini masih tergolong tinggi sehingga menyebabkan harga sedan menjadi mahal.selengkapnya

Muslim yang Baik Harus Taat Zakat dan PajakMuslim yang Baik Harus Taat Zakat dan Pajak

Kebangkitan zakat di Indonesia belakangan memang semakin terasa. Bahkan, keinginan masyarakat membayar zakat dirasa telah melampaui kepatuhan wajib pajak.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Ini Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT PajakIni Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengingatkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Tahunan 2016 hingga batas waktu 31 Maret untuk Orang Pribadi (OP) dan Badan Usaha 30 April. Jika terlambat akan ada denda yang dikenakan.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


DUGAAN SUAP: KPK Periksa 2 Pegawai Ditjen PajakDUGAAN SUAP: KPK Periksa 2 Pegawai Ditjen Pajak

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua pegawai pajak terkait dengan tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri Ditjen Pajak perihal masalah pajak PT EKP.selengkapnya

Kekurangan Target Pencapaian Pajak Tahun Ini Diprediksi Rp 219 Triliun LebihKekurangan Target Pencapaian Pajak Tahun Ini Diprediksi Rp 219 Triliun Lebih

Selisih antara realisasi penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) dengan target tahun ini atawa shortfall penerimaan perpajakan terancam melebar dari perkiraan pemerintah yang sebesar Rp 219 triliun.selengkapnya

Bankir Pilih Ikut Tax Amnesty Atau DiperiksaBankir Pilih Ikut Tax Amnesty Atau Diperiksa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seluruh bankir ikut menyukseskan Tax Amnesty. Selama ini, masih banyak bankir yang belum ikut program tersebut.selengkapnya

Usai Periode III Tax Amnesty, Pembayaran Pajak Bersifat MengancamUsai Periode III Tax Amnesty, Pembayaran Pajak Bersifat Mengancam

Pemerintah menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan utama negara sekarang ini. Bahkan untuk memperluas basis pajak, pemerintah pun memberikan suatu pengampunan pajak berupa program tax amnesty.selengkapnya

Sri Mulyani: Shortfall Pajak Tahun Ini Sedikit MelesetSri Mulyani: Shortfall Pajak Tahun Ini Sedikit Meleset

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan kekurangan penerimaan pajak (shortfall) tahun ini sedikit meleset dari target. Adapun target shortfall pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) sebesar Rp219 triliun.selengkapnya

TAX AMNESTY: Kanwil Pajak Suluttenggomalu Dorong Partisipasi PublikTAX AMNESTY: Kanwil Pajak Suluttenggomalu Dorong Partisipasi Publik

Partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Tax Amnesty diharapkan lebih ditingkatkan, seiring baru 7.670 peserta atau baru sekitar 1% dari total wajib pajak yang ada di wilayah Suluttenggomalut.selengkapnya

Mengerikan, Sri Mulyani Ancam Komisaris dan Direksi BankMengerikan, Sri Mulyani Ancam Komisaris dan Direksi Bank

Para bankir yang tergabung dalam Ikatan Bankir Indonesia (IBI) mendapat kritikan pedas dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri Mulyani menyebut banyak bankir utamanya komisaris dan direksi bank yang belum mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) sampai saat ini.selengkapnya

Sri Mulyani Akui Banyak Bankir Belum Bayar PajakSri Mulyani Akui Banyak Bankir Belum Bayar Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri perayaan ulang tahun ke-11 Ikatan Bankir Indonesia (IBI) hari ini. Dirinya pun senang bahwa IBI berkomitmen menjadi bankir profesional, memiliki skill dan bersertifikasi. Namun, Mantan Direktur Bank Dunia ini menyayangkan masih banyaknya bankir yang tak patuh membayar pajak.selengkapnya

Ini Bentuk Komitmen Ditjen Pajak Melawan KorupsiIni Bentuk Komitmen Ditjen Pajak Melawan Korupsi

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) berkomitmen melawan korupsi. Salah satu bentuk komitmen itu diwujudkan dalam upaya melakukan reformasi birokrasi dan sistem whistleblowing.selengkapnya

Menkeu Jamin Defisit Anggaran 2016 Tak Lebih dari 2,7%Menkeu Jamin Defisit Anggaran 2016 Tak Lebih dari 2,7%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan kekurangan penerimaan pajak atau shortfall hingga akhir tahun sedikit meleset dari proyeksi awal di angka Rp219 triliun, Meski begitu, defisit anggaran dijamin tetap di kisaran 2,7 persen.selengkapnya



 
TAGS # :