
Perusahaan milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc, melaporkan peningkatan laba mereka berkat relaksasi pajak pendapatan korporasi di AS yang berhasil diloloskan pemerintahan Presiden AS Donald Trump akhir Desember 2017 lalu.
Laba Berkshire pada kuartal empat 2017 naik sekitar empat kali lipat menjadi 32,55 miliar dolar AS (sekitar Rp 444,96 triliun berdasarkan kurs JISDOR Rp 13.670).
Sementara laba operasional perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska itu turun 24 persen menjadi 3,34 miliar dolar AS (Rp 45,66 triliun) dari 4,38 miliar dolar AS (Rp 59,88 triliun), demikian dilansir Reuters, Sabtu (24/2).
Berkshire meraih tambahan sekitar 29,11 miliar dolar AS (Rp 397,93 triliun) dari hasil pemotongan pajak korporasi AS. Relaksasi pajak korporasi dari 35 persen menjadi 21 persen dirasakan manfaatnya oleh banyak perusahaan AS.
Kepala Eksekutif Smead Capital Management di Seattle AS, Bill Smead, menyatakan, Buffet sudah menduga relaksasi pajak akan membantu kinerja Berkshire secara keseluruhan. "Ini jadi ironis karena kandidat yang Buffet dukung tak tertarik dengan kebijakan macam ini," kata Smead.
Buffett mendukung calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, dalam pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu. Namun Smead tahu, Buffet bukan tipe yang sangat bergantung pada urusan politik.
Nilai buku Saham Kelas A Berkshire juga diuntungkan dengan relaksasi pajak korporasi tersebut. Nilai saham kelompok ini naik 13 persen menjadi 211.750 dolar AS di kuartal empat 2017.
Secara keseluruhan sepanjang 2017, laba bersih Berkshire naik 87 persen menjadi 44,94 miliar dolar AS (Rp 614,32 triliun). Sementara laba operasional turun 18 persen menjadi 14,47 miliar dolar AS (Rp 197,81 triliun) akibat kerugian dari unit bisnis asuransi.
Saham Kelas A Berkshire ditutup pada level 304.020 dolar AS pada Jumat (23/2) lalu dan Saham Kelas B Berkshire ditutup pada level 202,76 dolar AS. Keduanya naik sekitar dua persen pada 2017, tapi turun tujuh persen dari level tertinggi pada 29 Januari 2017.
Sumber : republika.co.id (Jakarta, 25 Februari 2018)
Foto : Republika
Investor Amerika Serikat (AS) Warren Buffett membantah tuduhan dari calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengenai masalah pajak. Sebelumnya, ia disebut telah menghindari pembayaran pajak federal, seperti tuduhan yang juga ditujukan pada Trump.selengkapnya
Presiden Joko Widodo memamerkan dirinya telah memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak (WP) dalam hal pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan ( SPT) pajak tahun 2017 pada Senin (26/2) kemarin.selengkapnya
Salah satu miliader Amerika Serikat, Warren Buffet, menjadi pembicara dalam kampanye calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Dalam kesempatan itu, dia menantang Donald Trump untuk membuka data pajaknya ke publik.selengkapnya
Kekayaan miliarder pendiri Microsoft, Bill Gates, bernilai sekitar US,8 miliar, dan dia membayar pajak miliaran dolar kepada pemerintah federal. Namun, Bill Gates mengatakan seharusnya dia membayar lebih.selengkapnya
Di Indonesia, amnesti pajak bukanlah barang baru. Pada 1964 dan 1984, Indonesia sudah melaksanakan amnesty pajak secara resmi, meskipun pada beberapa kesempatan juga muncul amnesti dengan nama lain, seperti sunset policy dan pengurangan sanksi administrasi, pun dengan tujuan utama yang tidak sama persis.selengkapnya
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak yang akan dibahas mulai 6 April mendatang bisa disahkan menjadi UU pada Mei nanti, sesuai target waktu pemerintah. DPR memberikan fokus perhatian pada RUU tax amnesty inisiatif presiden ini, sebagai salah satu solusi mengatasi kurangnya penerimaan negara Rp 200-250 triliun dari target APBN 2016.selengkapnya
Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya
Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya
Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak hingga saat ini masih tergolong rendah. Tercatat, hingga saat ini tax ratio Indonesia hanya mencapai kurang 12 persen, lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.selengkapnya
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya
Anda adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai karyawan dan ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi? Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/3/2016), Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Dua, Dwi Astuti memberikan langkahnya. Jika status Anda dan suami atau istriselengkapnya
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan sebanyak 69 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat terintegrasi dengan Nomor Pokok Wajib Pajik (NPWP). Simak cara validasi NIK jadi NPWP jelang pelaporan SPT Tahunan.Hingga 8 Januari 2023, DJP mencatat baru 53 juta NIK atau 76,8 persen dari total target yang baru terintegrasi. Melalui integrasi, nantinya pelayanan dapat lebihselengkapnya
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menghimbau agar wajib pajak melakukan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebelum pelaporan SPT Tahunan 2022. Hal ini sejalan dengan sudah mulai diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.03/2022. Dalam PMK yang menjadi aturan turunan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2021 danselengkapnya
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, insentif fiskal yang diberikan tahun 2022 lalu bakal berlanjut di tahun 2023. Stimulus fiskal itu di antaranya insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah ( PpnBM DTP) untuk sektor otomotif maupun insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti.selengkapnya
Setoran pajak korporasi dalam beberapa tahun ke belakang menjadi tumpuan penerimaan pajak penghasilan (PPh). Seiring pemulihan ekonomi, otoritas pajak mulai mencari sektor usaha yang berpotensi memberikan sumbangsih besar di tahun depan.selengkapnya
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan mengurangi insentif pajak secara bertahap seiring dengan perbaikan dan pemulihan ekonomi nasional.selengkapnya
Isu perubahan iklim tak bisa diremehkan oleh siapapun. Pemerintah pun mulai menerapkan pajak karbon pada tahun depan. Para pelaku industri perlu mencermati dampak pengenaan pajak tersebut.selengkapnya
Pemerintah telah mengusulkan pengenaan pajak karbon kepada Panita Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) Komisi XI DPR.selengkapnya
Penerimaan perpajakan 2022 ditargetkan sebesar Rp1.510 triliun dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2022. Nilai ini naik Rp3,1 triliun dari penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2022 yang sebelumnya dibacakan Presiden Jokowi sebelumnya dalam Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2021.selengkapnya
Masyarakat jangan kaget bahwa tahun depan akan ada rencana pengenaan cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan pada tahun 2022.selengkapnya
Ada wacana cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan akan diterapkan pada 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat Rapat Panja Banggar DPR RI bersama pemerintah, Kamis 9 September 2021.selengkapnya