Pengampunan Pajak Sang Pendongkrak?

Rabu 18 Mei 2016 15:04Administratordibaca 207 kaliSemua Kategori

bisnis 029

Penjualan properti residensial sepanjang awal tahun ini menunjukkan tren pelemahan yang disinyalir akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi.

Kalangan pengembang cukup terpukul, tetapi mereka masih mencoba tetap optimistis bahwa tahun ini akan terjadi pemulihan. Akankah realisasi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty menjadi jalan keluar?


Kalangan pengembang tentu punya sejuta jurus untuk melancarkan penjualan meski berbagai tantangan mengadang. Sementara itu, berbagai terobosan yang telah di luncurkan pemerintah untuk memulihkan perekonomian pun seharusnya telah membangkitkan optimisme pasar untuk berinvestasi. Kenyataannya, pasar masih memilih menjaga sikap menunggu dan melihat sepanjang tahun ini.


Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengaku heran penjualan residensial masih tertekan. Dia menduga, tarik ulur wacana pengampunan pajak menjadi faktor yang cukup banyak berpe ngaruh terhadap penundaan investasi properti oleh investor.


Banyak investor yang masih me nahan uang mereka sebab kemungkinan dana tersebut belum dilaporkan kepada pemerintah. Pasar masih menanti realisasi kebijakan pengampunan pajak tahun ini untuk memantapkan keputusan pemilik modal berinvestasi.


Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang tumbuh melambat dibandingkan de ngan akhir tahun lalu, masyarakat menjadi semakin hati-hati untuk membelanjakan uangnya.


Ketua Umum DPP Persatuan Pertusahaan Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan, kalangan pengembang tidak menyangka pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini akan melambat. Dirinya pun tidak dapat memastikan penyebab terhambatnya daya beli masyarakat.


“Sebenarnya kalau kita lihat, masyarakat kita bukan tidak ada duit, tetapi belum mau membelanjakan uangnya. Mungkin salah satunya karena mereka tunggu soal tax amnestyatau karena isu perpajakan yang lain,” katanya saat dihubungi Senin (16/5).


Meski begitu, REI masih tetap memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% hingga 12% sepanjang tahun ini. Target ini lebih besar dibandingkan realisasi pertumbuhan penjualan tahun lalu yang baru sekitar 7%. “Kita masih berharap tumbuh sebesar itu karena kita masih punya waktu untuk melihat bagaimana ke depannya,” katanya.


Riset Indonesia Property Watch (IPW) menemukan, pertumbuhan penjualan pasar perumahan nasional sepanjang kuar tal I/2016 justru turun 23,1% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kinerja penjualan bahkan semakin buruk bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni anjlok 55,09%. Lemahnya penjualan juga dipicu oleh pertumbuhan harga pro peri yang semakin tinggi diban dingkan dengan akhir tahun lalu.


Bank Indonesia mencatat per tumbuhan harga sebesar 0,99% secara triwulanan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulanan pada kuartal akhir 2015 yang sebesar 0,73%.


Direktur Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, secara fundamental, permintaan terhadap properti residensial masih sangat tinggi, ditopang oleh tingginya defisit atau backlog perumahan dan tingginya pertumbuhan penduduk Indonesia. Hanya saja, penjualan di sebagian besar segmen masih ber tumpu pada pembeli dari kalangan investor, terutama produk-produk dari perusahaan terbuka. Di sisi lain, kalangan investor cenderung menahan diri bila menimbang prospek jangka pendek industri properti belum cukup menggembirakan.


“Kalau mereka beli sekarang, mereka akan berpikir bisa tidak dapat return 10%—20% untuk setahun ke depan? Sepertinya dalam hitung-hitungan mereka, itu belum bisa karena harganya sudah mentok. Kalau beli sekarang, mungkin tahun depan harganya akan tetap saja seperti sekarang,” katanya.


Oleh karena itu, Anton melihat ada kecenderungan perusahaan publik kini mulai mengembangkan produk yang me nyasar kelas menengah ke bawah atau pengguna akhir.


Hal itu menjadi momentum bagi kalangan pengguna akhir untuk memiliki properti dengan harga lebih terjangkau di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap favorit.

“Mungkin kejadiannya akan sama seperti tahun 2000-an. Seusai krismon , pen jualan sangat lambat. Namun, nanti begitu memasuki tahap rebound, penjualannya langsung melonjak. Potensinya justru di sini,” katanya.


SELURUH SEKTOR

Atas dasar itu, Presiden Direktur Savills Indonesia Jeffrey Hong menilai, pasar properti Indonesia tidak akan kolaps meski penjualannya saat ini terlihat melambat. Perlambatan penjualan saat ini tidak terlepas dari ketidakpastian yang dialami pasar global dan sejatinya memukul hampir seluruh sektor, tidak hanya properti.


Pasar Indonesia saat ini masih menanti efektivitas dari seluruh paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah, sebab efeknya belum benar-benar optimal. Dia menilai, pengampunan pajak akan membantu pergerakan ekonomi secara keseluruhan sehingga besar harapan pemulihan dapat mulai dirasakan menjelang akhir tahun ini.


Direktur Pemasaran Agung Podomoro Group Indra W. Antono mengatakan, saat ini kalangan pengembang umumnya juga sudah mulai menyiapkan program-program untuk mengantisipasi bila pengampunan pajak diberlakukan tahun ini. Dia meyakini, begitu diluncurkan, efek berganda dari kebijakan tersebut akan langsung terasa. Pasalnya, pasar selama ini sudah cukup lama menunggu dan bersiap memanfaatkan insentif yang diberikan.


“Sekarang seperti balapan kuda, sudah siap-siap berlari be gitu itu dibuka. Saya yakin efek nya akan sangat baik untuk pe ningkatan penjualan asalkan diterapkan sesuai dengan ekspektasi pasar selama ini,” katanya.


Saat ini, Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty, yang terdiri dari 27 pasal, tengah digodok pemerintah bersama De wan Perwakilan Rakyat. Keseriusan pemerintah cukup jelas terlihat meskipun penundaan pembahasan regulasi ini sempat menimbulkan rasa was-was. Bila regulasi ini benar-benar terealisasi, bukan saja sektor properti yang akan bernapas lega. Realisasi regulasi ini menjadi pertaruhan akankah tahun ini menjadi tahun pemulihan ataukah pasar properti masih akan tenggelam lebih dalam.

Sumber : bisnis.com (18 Mei 2016)
Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

Ini 5 Jenis Pajak DKI Yang Bakal Direvisi Tarifnya Tahun IniIni 5 Jenis Pajak DKI Yang Bakal Direvisi Tarifnya Tahun Ini

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan revisi tarif lima jenis pajak daerah tahun ini, demi mendorong penerimaan pajak daerah juga implementasi dari paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat.selengkapnya

Ekonom: Hingga Akhir Tahun Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 5,0 PersenEkonom: Hingga Akhir Tahun Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 5,0 Persen

Bank Indonesia (BI) memproyeksi, kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3 persen. Sedangkan tanpa pengampunan pajak, pertumbuhan ekonomi hanya berada di batas bawah 5,04 persen.selengkapnya

Menkeu: 500 Investor Asing di Indonesia Ada yang Tak Bayar Pajak Selama 10 TahunMenkeu: 500 Investor Asing di Indonesia Ada yang Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, pihaknya akan mengejar investor atau penanam modal asing (PMA) yang mangkir dari kewajiban membayar pajak, bahkan hingga 10 tahun. "Kami akan mengejar PMA yang tidak bayar pajak sampai 10 tahun lebih, jumlahnya 500. Kalau di bawah 10 tahun kami masih memahami, mungkin masih belum mencapai BEP (breakeven point).selengkapnya

Sri Mulyani Bilang Target Pajak Tahun Ini Hanya Akan Tercapai 86 PersenSri Mulyani Bilang Target Pajak Tahun Ini Hanya Akan Tercapai 86 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak 2016 yang ditargetkan dalam ‎Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 1.539,2 triliun, diperkirakan tidak tercapai.selengkapnya

Akhir Tahun, Penjualan Bakal KencangAkhir Tahun, Penjualan Bakal Kencang

Kalangan broker properti meyakini bahwa penjualan properti akan meningkat di sisa tahun ini meskipun realisasi dana repatriasi dan deklarasi untuk pengampunan pajak sejauh ini belum signifikan. Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) Hartono Sarwono mengatakan, penjualan properti sudah menggeliat bahkan sejak pengampunan pajak diluncurkan dan peratur an investasi di sektor riilselengkapnya

Anggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan PajakAnggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan Pajak

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Arsul Sani menegaskan jika UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak tidak mengampuni koruptor, kejahatan illegal logging, dan sebagainya.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


TRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 MiliarTRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 Miliar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (30/5/2017).selengkapnya

Bali Getol Dorong Warganya Bayar Pajak Kendaraan BermotorBali Getol Dorong Warganya Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Pemprov Bali mendorong masyarakat setempat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor karena tingkat kepatuhan hingga saat ini baru mencapai 75% dari total jumlah kendaraan terdaftar mencapai sekitar 3,5 juta unit.selengkapnya

RI Bisa Dianggap Simpan Dana Teroris jika Tak Ikut AEoIRI Bisa Dianggap Simpan Dana Teroris jika Tak Ikut AEoI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan bahwa seluruh negara anggota G-20, termasuk Indonesia telah sepakat untuk melaksanakan kerja sama pertukaran data dan informasi perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).selengkapnya

Wewenang DJP Terbatas, Dana WNI Rp2.076 T Terendap di Luar NegeriWewenang DJP Terbatas, Dana WNI Rp2.076 T Terendap di Luar Negeri

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kewenangan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengakses informasi mengenai aset warga negara Indonesia (WNI) yang ada di perbankan luar negeri saat ini masih sangat terbatas.selengkapnya

Orang Kaya di Dunia Sembunyikan Harta US$ 8,5 TriliunOrang Kaya di Dunia Sembunyikan Harta US$ 8,5 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, sekitar US$ 8,5 triliun harta atau aset orang-orang kaya di dunia, yang tersembunyi di beberapa negara surga pajak (tax haven). Orang-orang kaya ini diduga menghindari atau pengelakkan pajak.selengkapnya

Sri Mulyani Janji Data Nasabah Aman Kendati Diintip Petugas PajakSri Mulyani Janji Data Nasabah Aman Kendati Diintip Petugas Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjamin data keuangan nasabah yang diintip pegawai pajak bakal aman. Pegawai pajak yang membocorkan informasi atau data keuangan nasabah atau masyarakat terancam dengan sanksi pidana dan denda.selengkapnya

Masyarakat Diminta Tak Takut Perppu Keterbukaan Informasi PajakMasyarakat Diminta Tak Takut Perppu Keterbukaan Informasi Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) merespon positif lahirnya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.selengkapnya

Homestay dan Kos-kosan Akan Kena PajakHomestay dan Kos-kosan Akan Kena Pajak

DPRD Kota Semarang saat ini terus menggodok Rancangan Perubahan Perda (Raperda) tentang Pajak Hotal, Restoran dan Hiburan. Dalam Raperda tersebut, nantinya tidak hanya hotel dan losmen saja yang akan dikenakan pajak juga pondok wisata atau homestay, motel, kondominium, apartemen yang menyatu dengan hotel termasuk kos-kosan dengan lebih dari 10 kamar.selengkapnya

Rencana Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu Dibahas DPR Setelah LebaranRencana Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu Dibahas DPR Setelah Lebaran

Rancangan Undang-undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sudah masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan akan dibahas bersama pemerintah dalam waktu dekat. Salah satu poin yang dibahas adalah terkait pemisahan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).selengkapnya

Batas Waktu Lapor SPT Pajak Diundur Sampai 21 April 2017Batas Waktu Lapor SPT Pajak Diundur Sampai 21 April 2017

Melihat animo masyarakat serta dengan bersamaan masa berakhirnya pelaksaan tax amnesty, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan memperpanjang waktu administrasi pelaporan SPT Tahunan PPh periode 2016.selengkapnya



 
TAGS # :