Pembangunan Infrastruktur Harus Sejalan dengan Kesiapan SDM

Sabtu 2 Jul 2016 09:08Administratordibaca 1295 kaliSemua Kategori

okezone 135

Pembangunan infrastruktur berjalan besar-besaran. Sementara realisasi penerimaan pajak yang merupakan bahan bakar pembangunan diperkirakan jauh dari targetnya.

Seperti diberitakan realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2016 baru mencapai sekitar 26 persen dari target. Sejumlah kalangan mememperkirakan penerimaan pajak tahun ini akan gagal mencapai target seperti tahun sebelumnya.


Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memperkirakan shortfall alias kekurangan penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 300 triliun. Masalahnya, ketika pembangunan berjalan, biaya pembangunan tersebut harus dibayarkan secara bertahap, yang dikuatirkan adalah ketika saatnya membayar apakah tersedia dananya atau tidak.


Sementara tax amnesty sendiri, menurut HT tidak menyelesaikan masalah. Sebab dari potensi dana yang masuk sebesar Rp2.000 triliun, yang bisa digunakan oleh negara hanya bagian dendannya saja yang sebesar 2-4 persen. Dengan perhitungan denda 4 persen saja dana yang tercapai baru Rp 80 triliun. “Jauh dibawah shortfall yang sebesar Rp 300 triliun,” kata Hary dalam diskusi ekonomi bersam Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).


Pembangunan infrastruktur, lanjut HT, seharusnya sejalan dengan kesiapan sumber daya manusiannya. Sehingga kegunaan dari infrastruktur tersebut bisa maksimal. Dalam pandangannya dana untuk pembangunan sesungguhnya bisa digunakan untuk membangun masyarakat. Seperti membangun UMKM, nelayan, petani atau meningkatkan produktivitas buruh. Sehingga bisa produktif


Membangun masyarakat, lanjut HT harus dilakukan dengan totalitas. Selain akses terhadap pendanaan murah mereka juga harus diberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan. Tak cukup disitu mereka juga membutuhkan proteksi.


"Kita bukan negara barat, tatanan anatomi masyarakatnya berbeda. Kita harus realistis, kita ini masih tertinggal, belum siap untuk pasar bebas. UMKM yang 50 juta lebih itu modalnya pas-pasan, sekolahnya pas-pasan. Dengan dibukannya pasar bebas mereka akan tergilas," kata dia


Dengan membangun masyarakat yang produktif basis pembayar pajak juga akan bertumbuh semakin besar. Sebagai gambaran saat ini dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang, pembayar pajak kurang dari 2 juta orang.


“Artinya kelompok masyarakat produktif sedikit. Basis pembayar pajak harus tumbuh, semakin besar. Ini hanya bisa terjadi kalau ada keberpihakan terhadap masyarakat yang belum mapan,” tegas HT.


Dia menuturkan hal tersebut lah yang menjadi perjuangan Partai Perindo yaitu membangun masyarakat yang belum mapan menjadi mapan. Sehingga basis pembayar pajak akan semakin besar. Dengan cara seperti itu Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju. Dengan menjadi negara maju, kesehatan masyarakat, pendidikan


Untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, HT juga mengatakan pemerintah harus segera mengupayakan agar investasi bisa segera masuk. Sehingga lapangan kerja tercipta, produktif.


Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ibu Enny Sri Hartati sepakat dengan yang dikatakan oleh Hary. Dia mengatakan Indonesia membutuhkan investasi segera. Untuk menarik investasi tersebut dibutuhkan kepercayaan. Sementara hal tersebut harus berkejaran dengan waktu.


“Pemerintah harus betul-betul serius dalam menfasilitasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha agar sama-sama memperkuat ekonomi kita ini yang dibuthkan untuk memperkuat ekonomi kita supaya segera kembali dari keterpurukan,” Kata dia


Paket-paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, menurutnya belum efektif dan jauh dengan realisasinya. “Saran saya, tadi belajar dan mungkin bisa belajar dengan pak Hary Tanoe,“ pungkasnya.

Sumber : okezone.com (Jakarta, 1 Juli 2016)
Foto : okezone.com




BERITA TERKAIT
 

Hary Tanoe: Penerimaan Tax Amnesty Minim, Shortfall Pajak Tetap TerjadiHary Tanoe: Penerimaan Tax Amnesty Minim, Shortfall Pajak Tetap Terjadi

Program pengampunan pajak atau tax amnesty telah bergulir. Namun perkembangan penerimaannya masih rendah, sebab minat dari calon peserta juga masih rendah. CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, jika melihat capaian program tax amnesty saat ini, target penerimaan pajak sebesar Rp165 triliun dari tax amnesty sulit untuk dicapai.selengkapnya

Saran Hary Tanoe Agar Penerimaan Pajak MeningkatSaran Hary Tanoe Agar Penerimaan Pajak Meningkat

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa target penerimaan negara pada tahun cukup ambisius. Untuk itu, butuh upaya khusus untuk mencapai target penerimaan negara tahun ini, khususnya adalah penerimaan negara pada sektor pajak yang ditargetkan akan mencapai Rp1.360,2 triliun.selengkapnya

Hary Tanoe: Jumlah Pembayar Pajak RI Kalah dari SingapuraHary Tanoe: Jumlah Pembayar Pajak RI Kalah dari Singapura

Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia, Hary Tanoesoedibjo menyatakan, sebagai negara besar jumlah pembayar pajak, Indonesia masih sangat rendah di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut, Indonesia masih kalah dari negara Singapura, terkait jumlah pembayar pajak.selengkapnya

Ekonom: Perbaikan Sektor Ekonomi Akan Terjadi Secara BertahapEkonom: Perbaikan Sektor Ekonomi Akan Terjadi Secara Bertahap

Ekonom meyakini tidak hanya sektor pariwisata, namun sektor ekonomi lain pun akan menuju perbaikan dengen mulai dibukanya pembatasan.selengkapnya

SURVEI OKEZONE FINANCE: Pajak Progresif Tanah Nganggur, Apa Bisa Turunkan Harga?SURVEI OKEZONE FINANCE: Pajak Progresif Tanah Nganggur, Apa Bisa Turunkan Harga?

Pemerintah berencana mengenakan pajak progresif untuk lahan yang tidak digunakan secara produktif, atau bisa disebut tanah nganggur. Aturan mengenai hal ini pun tengah disiapkan.selengkapnya

Dilema Pajak sebagai Sumber Pendanaan dan Stimulus InvestasiDilema Pajak sebagai Sumber Pendanaan dan Stimulus Investasi

PRESIDEN Joko Widodo belum lama ini kecewa dengan kinerja investasi Indonesia. Meskipun pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 13 persen pada 2017, yang itu melampui baik target pertumbuhan investasi 11 persen maupun realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 12,4 persen, pencapaian itu belum bisa memuaskannya.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

7 Alasan Rendahnya Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak7 Alasan Rendahnya Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak

Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak hingga saat ini masih tergolong rendah. Tercatat, hingga saat ini tax ratio Indonesia hanya mencapai kurang 12 persen, lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Begini Cara Lapor SPT Pajak Buat Suami Istri yang BekerjaBegini Cara Lapor SPT Pajak Buat Suami Istri yang Bekerja

Anda adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai karyawan dan ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi? Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/3/2016), Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Dua, Dwi Astuti memberikan langkahnya. Jika status Anda dan suami atau istriselengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Cara Validasi NIK jadi NPWP untuk SPT Tahunan & Solusinya Jika GagalCara Validasi NIK jadi NPWP untuk SPT Tahunan & Solusinya Jika Gagal

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan sebanyak 69 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat terintegrasi dengan Nomor Pokok Wajib Pajik (NPWP). Simak cara validasi NIK jadi NPWP jelang pelaporan SPT Tahunan.Hingga 8 Januari 2023, DJP mencatat baru 53 juta NIK atau 76,8 persen dari total target yang baru terintegrasi. Melalui integrasi, nantinya pelayanan dapat lebihselengkapnya

Validasi NIK Jadi NPWP Sebelum Lapor SPT, Begini Caranya!Validasi NIK Jadi NPWP Sebelum Lapor SPT, Begini Caranya!

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menghimbau agar wajib pajak melakukan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebelum pelaporan SPT Tahunan 2022. Hal ini sejalan dengan sudah mulai diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.03/2022. Dalam PMK yang menjadi aturan turunan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2021 danselengkapnya

Pandemi Usai, Pemerintah Bakal Tetap Guyur Insentif di Tahun IniPandemi Usai, Pemerintah Bakal Tetap Guyur Insentif di Tahun Ini

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, insentif fiskal yang diberikan tahun 2022 lalu bakal berlanjut di tahun 2023. Stimulus fiskal itu di antaranya insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah ( PpnBM DTP) untuk sektor otomotif maupun insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti.selengkapnya

Ini sektor usaha tumpuan penerimaan pajak tahun depanIni sektor usaha tumpuan penerimaan pajak tahun depan

Setoran pajak korporasi dalam beberapa tahun ke belakang menjadi tumpuan penerimaan pajak penghasilan (PPh). Seiring pemulihan ekonomi, otoritas pajak mulai mencari sektor usaha yang berpotensi memberikan sumbangsih besar di tahun depan.selengkapnya

Ekonomi mulai pulih, pemerintah akan kurangi insentif pajak secara bertahapEkonomi mulai pulih, pemerintah akan kurangi insentif pajak secara bertahap

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan mengurangi insentif pajak secara bertahap seiring dengan perbaikan dan pemulihan ekonomi nasional.selengkapnya

Pelaku industri cermati efek penerapan pajak karbon yang akan diterapkan tahun depanPelaku industri cermati efek penerapan pajak karbon yang akan diterapkan tahun depan

Isu perubahan iklim tak bisa diremehkan oleh siapapun. Pemerintah pun mulai menerapkan pajak karbon pada tahun depan. Para pelaku industri perlu mencermati dampak pengenaan pajak tersebut.selengkapnya

Mayoritas fraksi DPR setuju dengan pajak karbon asalkan dengan tarif ringanMayoritas fraksi DPR setuju dengan pajak karbon asalkan dengan tarif ringan

Pemerintah telah mengusulkan pengenaan pajak karbon kepada Panita Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) Komisi XI DPR.selengkapnya

Target Penerimaan Perpajakan Rp1.510 Triliun di 2022Target Penerimaan Perpajakan Rp1.510 Triliun di 2022

Penerimaan perpajakan 2022 ditargetkan sebesar Rp1.510 triliun dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2022. Nilai ini naik Rp3,1 triliun dari penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2022 yang sebelumnya dibacakan Presiden Jokowi sebelumnya dalam Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2021.selengkapnya

Jangan Kaget! Plastik dan Minuman Manis Bakal Kena Cukai Tahun DepanJangan Kaget! Plastik dan Minuman Manis Bakal Kena Cukai Tahun Depan

Masyarakat jangan kaget bahwa tahun depan akan ada rencana pengenaan cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan pada tahun 2022.selengkapnya

Cukai Plastik dan Minuman Manis Dimulai Tahun Depan?Cukai Plastik dan Minuman Manis Dimulai Tahun Depan?

Ada wacana cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan akan diterapkan pada 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat Rapat Panja Banggar DPR RI bersama pemerintah, Kamis 9 September 2021.selengkapnya



 
TAGS # :