Jokowi Kaget Peserta Pengampunan Pajak Selalu Membludak

Selasa 2 Ags 2016 13:31Administratordibaca 171 kaliSemua Kategori

setkab 005

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa kagetnya terkait peserta sosialisasi amnesti pajak yang jumlahnya selalu membludak.

"Saya kaget waktu di Surabaya undangannya ada 2.000 yang datang 2.700 orang, di Medan undangan 3.000 yang hadir 3.500, di sini saya dilapori 5.000 orang," kata Presiden Jokowi dalam Sosialisasi Amnesti Pajak di Hall D2 Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta, Senin (1/8).

Jokowi membayangkan 5.000 orang sudah banyak sekali namun kemudian penyelenggara menyebutkan yang datang 10.000 orang.

"Saya cek ke belakang, ternyata sampai belakang penuh," kata Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jaksa Agung M Prasetyo dan Kepala PPATK M Yusuf.

Jokowi menyebutkan tekanan ekonomi eksternal terhadap perekonomian nasional hingga saat ini masih dirasakan termasuk dunia usaha dan rakyat.

"Semua negara sama berebut menarik masuknya investasi dengan segala kebijakan," kata Gubernur DKI Jakarta ke-16 itu.

Menurut dia, Indonesia juga melakukan langkah terobosan dengan menerbitkan 12 Paket Kebijakan Ekonomi. Ia menyebutkan paket kebijakan ekonomi itu akan dilanjutkan dengan paket-paket kebijakan ekonomi berikutnya.

"Sekarang yang penting uang dan investasi masuk, banyak uang ada di bawah bantal, kasur, luar negeri, makanya amnesti pajak diberlakukan, sudah ada payung hukum, kita punya UU Amnesti Pajak," kata Jokowi.

Sumber : republika.co.id (Jakarta, 2 Agustus 2016)
Foto : setkab.go.id




BERITA TERKAIT
 

Presiden Kaget Peserta TA hingga 10.000 OrangPresiden Kaget Peserta TA hingga 10.000 Orang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini Senin (1/8/2016) melakukan sosialisasi pengampunan pajak atau tax amnesty di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta. Dalam sambutannya Jokowi sempat kaget melihat peserta yang mengikuti program pengampunan pajak yang pesertanya sampai 10 ribu orang.selengkapnya

Jokowi Buktikan 10.000 Orang Hadiri Sosialisasi Tax AmnestyJokowi Buktikan 10.000 Orang Hadiri Sosialisasi Tax Amnesty

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri dan memberikan pengarahan dalam acara Sosialisasi Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Antusiasme masyarakat sangat terlihat karena kursi yang disediakan panitia terisi penuh, bahkan banyak para peserta yang terpaksa berdiri karenaselengkapnya

Jokowi: Data Saya Ada Rp11.000 T dari TAJokowi: Data Saya Ada Rp11.000 T dari TA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty di depan 10 ribu wajib pajak. Dalam sambutannya Jokowi mengatakan telah mengantongi ribuan nama-nama orang Indonesia yang menyimpan hartanya di luar negeri. "Banyak sekali uang milik orang Indonesia di luar negeri. Ada data di kantong saya, di Kemenkeu di situ dihitung ada Rp 11 ribu triliunselengkapnya

SOSIALISASI AMNESTI PAJAK: Sekitar 5.000 Peserta Padati JIExpo KemayoranSOSIALISASI AMNESTI PAJAK: Sekitar 5.000 Peserta Padati JIExpo Kemayoran

Sekitar 5.000 warga memadati Hall D2 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, untuk mengikuti sosialisasi amnesti pajak yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia, Senin (1/8/2016).selengkapnya

Presiden Jokowi tinggalkan Medan kembali ke JakartaPresiden Jokowi tinggalkan Medan kembali ke Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera bertolak meninggalkan Medan, Sumatera Utara, untuk kembali ke Jakarta setelah merampungkan agenda sosialisasi amnesti pajak di provinsi tersebut.selengkapnya

Jokowi Kaget Ada Uang Miliaran di Bawah KasurJokowi Kaget Ada Uang Miliaran di Bawah Kasur

Presiden Joko Widodo mengaku masih tidak habis pikir dengan temuan, masih adanya masyarakat yang menyimpan uang di bawah bantal. Hal tersebut, diceritakannya pada saat membuka hari peringatan menabung se-dunia di Jakarta, Senin 31 Oktober 2016.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


TRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 MiliarTRANSAKSI SAHAM SESI I: Asing Net Sell Rp29,76 Miliar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (30/5/2017).selengkapnya

Bali Getol Dorong Warganya Bayar Pajak Kendaraan BermotorBali Getol Dorong Warganya Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Pemprov Bali mendorong masyarakat setempat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor karena tingkat kepatuhan hingga saat ini baru mencapai 75% dari total jumlah kendaraan terdaftar mencapai sekitar 3,5 juta unit.selengkapnya

RI Bisa Dianggap Simpan Dana Teroris jika Tak Ikut AEoIRI Bisa Dianggap Simpan Dana Teroris jika Tak Ikut AEoI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan bahwa seluruh negara anggota G-20, termasuk Indonesia telah sepakat untuk melaksanakan kerja sama pertukaran data dan informasi perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).selengkapnya

Wewenang DJP Terbatas, Dana WNI Rp2.076 T Terendap di Luar NegeriWewenang DJP Terbatas, Dana WNI Rp2.076 T Terendap di Luar Negeri

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kewenangan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengakses informasi mengenai aset warga negara Indonesia (WNI) yang ada di perbankan luar negeri saat ini masih sangat terbatas.selengkapnya

Orang Kaya di Dunia Sembunyikan Harta US$ 8,5 TriliunOrang Kaya di Dunia Sembunyikan Harta US$ 8,5 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, sekitar US$ 8,5 triliun harta atau aset orang-orang kaya di dunia, yang tersembunyi di beberapa negara surga pajak (tax haven). Orang-orang kaya ini diduga menghindari atau pengelakkan pajak.selengkapnya

Sri Mulyani Janji Data Nasabah Aman Kendati Diintip Petugas PajakSri Mulyani Janji Data Nasabah Aman Kendati Diintip Petugas Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjamin data keuangan nasabah yang diintip pegawai pajak bakal aman. Pegawai pajak yang membocorkan informasi atau data keuangan nasabah atau masyarakat terancam dengan sanksi pidana dan denda.selengkapnya

Masyarakat Diminta Tak Takut Perppu Keterbukaan Informasi PajakMasyarakat Diminta Tak Takut Perppu Keterbukaan Informasi Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) merespon positif lahirnya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.selengkapnya

Homestay dan Kos-kosan Akan Kena PajakHomestay dan Kos-kosan Akan Kena Pajak

DPRD Kota Semarang saat ini terus menggodok Rancangan Perubahan Perda (Raperda) tentang Pajak Hotal, Restoran dan Hiburan. Dalam Raperda tersebut, nantinya tidak hanya hotel dan losmen saja yang akan dikenakan pajak juga pondok wisata atau homestay, motel, kondominium, apartemen yang menyatu dengan hotel termasuk kos-kosan dengan lebih dari 10 kamar.selengkapnya

Rencana Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu Dibahas DPR Setelah LebaranRencana Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu Dibahas DPR Setelah Lebaran

Rancangan Undang-undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sudah masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan akan dibahas bersama pemerintah dalam waktu dekat. Salah satu poin yang dibahas adalah terkait pemisahan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).selengkapnya

Batas Waktu Lapor SPT Pajak Diundur Sampai 21 April 2017Batas Waktu Lapor SPT Pajak Diundur Sampai 21 April 2017

Melihat animo masyarakat serta dengan bersamaan masa berakhirnya pelaksaan tax amnesty, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan memperpanjang waktu administrasi pelaporan SPT Tahunan PPh periode 2016.selengkapnya



 
TAGS # :