Dana Tax Amnesty Diragukan Dongkrak Kredit

Senin 25 Jul 2016 16:27Administratordibaca 262 kaliSemua Kategori

katadata 075

Bank Indonesia dan sejumlah ekonom memperkirakan masuknya dana repatriasi dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty tidak akan signifikan mendongkrak laju kredit tahun ini. Dana tersebut diprediksi baru terasa ke pembiayaan pada tahun depan.

Dalam rencana bisnis bank, perbankan mematok target penyaluran kredit tahun ini sebesar 12 - 14 persen. Tetapi, bank sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan realisasinya lebih rendah dari itu.


Dirketur Eksekutif Departemen Kebijakan Makro Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung memproyeksikan pertumbuhan kredit hanya 10 - 12 persen sepanjang 2016. Sedangkan pada tahun depan, penyaluran pembiayaan berpotensi meningkat 2 - 3 persen dari baseline.

Rendahnya asumsi tersebut -meskipun suplai meningkat dari dana repatriasi- dipicu karena permintaan kredit masih rendah. “Kalau dilihat dari sisi suplainya besar, tapi demand-nya harus digerakan dulu supaya match antara suplai dan demand,” kata Juda, Jumat pekan lalu.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan pertumbuhan kredit kemungkinan 10 - 14 persen. Dia mengakui ada penurunan perkiraan target menjadi maksimal berkisar 12,5 persen karena perlambatan ekonomi.


Ini belum memperhitungkan tax amnesty, kemungkinan ada revisi kedua pertengahan semester dau,” ujar dia.


Sementara itu, ekonom Bank Central Asia David Sumual memprediksi dampak tax amnesty terhadap pertumbuhan kredit maksimal hanya 3,5 persen. Asumsi ini diperoleh jika memakai perkiraan pemerintah bahwa dana repatriasi bisa lebih dari Rp 1 ribu triliun.


Namun bila menggunakan asumsi BI, hanya Rp 560 triliun dari dana repatriasi, ia memperkirakan dampak terhadap pertambahan penyaluran kredit hanya 1,5 persen. Itu pun baru terasa pada dua tahun ke depan.


Sebab, David tak yakin swasta langsung menambah kredit untuk meningkatkan investasi ketika konsumsi domestik atau global belum membaik. “Sekarang kredit cuma delapan persen, bisa naik 3,5 persen dua tahun ke depan. Itu karena faktor tax amnesty saja, kalau ada faktor lain bisa saja lebih tinggi,” kata David kepada Katadata, Jumat,  pekan lalu.


Sedangkan untuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), David memperkirakan dampaknya lebih kecil dan gradual. Kenaikannya pun baru akan terasa pada tiga sampai empat tahun ke depan.


Pandangan senada disampaikan Lana Soelistianingsih. Ekonom Samuel Asset Management ini menyatakan swasta belum akan meningkatkan investasi, dan baru akan berekspansi bila permintaan konsumen meningkat.


Berdasarkan kalkulasinya, keyakinan konsumen belum menunjukan peningkatan signifikan hingga akhir tahun meski ada natal dan tahun baru. Rendahnya minat investasi swasta terlihat dari kredit yang belum dicarikan (undisbursment) mencapai 31 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu 27 persen.


Di sisi lain, dana pihak ketiga terancam berkurang. Yakni jika uang repatriasi tak mengalir ke sektor riil. Sebab, peserta tax amnesty kemungkinan akan menggunakan tabungannya di bank untuk membayar uang tebusan.


Hal ini menciptakan pengetatan likuiditas jika pemerintah tak segera mengalirkan dana tersebut ke pasar melalui pembangunan infrastruktur atau bila swasta tidak mencairkan kredit.

Sumber : katadata.co.id (25 Juli 2016)
Foto : katadata.co.id




BERITA TERKAIT
 

Ekonom: Hingga Akhir Tahun Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 5,0 PersenEkonom: Hingga Akhir Tahun Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 5,0 Persen

Bank Indonesia (BI) memproyeksi, kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3 persen. Sedangkan tanpa pengampunan pajak, pertumbuhan ekonomi hanya berada di batas bawah 5,04 persen.selengkapnya

Sri Mulyani Bilang Target Pajak Tahun Ini Hanya Akan Tercapai 86 PersenSri Mulyani Bilang Target Pajak Tahun Ini Hanya Akan Tercapai 86 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak 2016 yang ditargetkan dalam ‎Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 1.539,2 triliun, diperkirakan tidak tercapai.selengkapnya

Hingga Sore Ini, Dana Tebusan Baru Capai 3,8 Persen dari TargetHingga Sore Ini, Dana Tebusan Baru Capai 3,8 Persen dari Target

Dana tebusan program amnesti pajak pada Rabu (7/9/2016) pukul 16.00 WIB, baru mencapai Rp 6,25 triliun atau 3,8 persen dari target yang ditentukan Rp 165 triliun hingga akhir Maret 2017.selengkapnya

Ada Tax Amnesty, Ekonomi Indonesia Baru Menggeliat Tahun DepanAda Tax Amnesty, Ekonomi Indonesia Baru Menggeliat Tahun Depan

Periode pertama program tax amnesty atau pengampunan pajak telah berakhir pada September lalu. Di luar dugaan, dana tebusan tax amnesty pun mencapai lebih 50 persen dari target. Hal ini bahkan berhasil menarik perhatian Bank Dunia.selengkapnya

Soal Lapor Data Kartu Kredit, RI Tertinggal 25 Tahun dari KorselSoal Lapor Data Kartu Kredit, RI Tertinggal 25 Tahun dari Korsel

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan menerangkan soal pelaporan data kartu kredit, Indonesia sebenarnya tertinggal jauh dari Korea Selatan (Korsel). Jika Negeri Ginseng -julukan Korsel- sudah melakukan pembukaan data kartu kredit nasabah sejak 25 tahun lalu, maka Indonesia baru mulai berlaku tahun ini.selengkapnya

Banjir Dana Repatriasi, BI Dorong Bank Perbesar Kredit ValasBanjir Dana Repatriasi, BI Dorong Bank Perbesar Kredit Valas

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyatakan akan ada kelebihan likuiditas di instrumen investasi perbankan seperti deposito. Hal itu imbas masuknya dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Pemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib PajakPemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib Pajak

Kementerian Keuangan akan melakukan pendataan makin sistematis bagi wajib pajak dan memperbaiki penegakan hukum untuk meningkatkan penerimaan dari pajak.selengkapnya

NPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak NakalNPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak Nakal

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana meluncurkan Kartu Indonesia Satu. Kartu ini akan diisi identitas seperti Nomor Induk Kependudukan, Nomor Pokok Wajib Pajak, dan Nomor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.selengkapnya

Menkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax AmnestyMenkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani siap menerapkan langkah hukum apabila diperlukan jika amnesti pajak telah berakhir pada 31 Maret 2017 mengingat tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih tergolong rendah.selengkapnya

Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencatat kebijakan bebas visa untuk warga negara asing telah menurunkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga 52% atau senilai Rp1 triliun.selengkapnya

Likuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga DepositoLikuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga Deposito

BI berpendapat bank tidak perlu menaikkan bunga deposito. Alasannya, likuiditas masih terjaga. Dana operasi moneter di atas Rp 300 triliun.selengkapnya

Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana untuk menerbitkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak multifungsi atau Kartu Indonesia Satu. Ini merupakan strategi DJP dalam meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak.selengkapnya

25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah

Pemerintah pusat dihadapkan pada tugas berat di tahun anggaran mendatang untuk merampungkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas di tengah ruang fiskal yang masih sempit terutama lantaran penerimaan pajak yang belum kencang.selengkapnya

Tax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib PajakTax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib Pajak

Dua periode program amnesti pajak (tax amnesty) berjalan ternyata tidak mendongkrak kenaikan secara signifikan jumlah wajib pajak (WP). Jumlah WP yang tercatat per tanggal 1 Januari 2017 hanya sebanyak 35,82 juta WP.selengkapnya

Konsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian RukoKonsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian Ruko

Kepada tim konsultasi pajak,selengkapnya

Selain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan PajakSelain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akan segera meluncurkan Kartu Indonesia 1 atau Kartin1 yang salah satunya dapat menjadi tax clearance (surat keterangan fiskal) atas kegiatan pelayanan publik. Penggunaan kartu serbaguna tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP) menunaikan kewajiban membayar pajak.selengkapnya



 
TAGS # :