Curhat Ditjen Pajak Soal Adopsi Cloud

Jumat 20 Mei 2016 12:57Administratordibaca 387 kaliSemua Kategori

liputan6 039

Penggunaan layanan cloud computing dan virtualisasi saat ini sedang booming di kalangan pebisnis. Terbukti, berbagai perusahaan besar di global pun mulai menggunakan solusi ini.

Tak terkecuali bagi VMWare. Cakupan yang luas dan fleksibel dalam menghadapi berbagai tantangan yang dinamis membuat cloud VMware unggulkan menjadi incaran para pebisnis.

Tak hanya itu, cloud VMware ini dapat diimplementasikan pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), sektor pemerintahan, dan instansi lainnya.

Pada CIO Forum di Bali, Kamis (19/5/2016), Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Duniardi berbagi pengalaman saat menggunakan solusi VMware.

"Teknologi Informasi di instansi yang sedang saya bangun saat ini berdasarkan empat poin utama, yakni adopsi cloud, mobility, optimalisasi big data, dan media sosial bisnis," ucapnya kepada Tekno Liputan6.com.

"Alhamdulilah, sejak kita terima (anggaran) Rp 1,5 triliun dari pemerintah, kita langsung alokasikan dana itu untuk kembangkan eService multi channeling dengan solusi dari VMware," tambah Iwan.

Selain mengandalkan eService multi channeling, Iwan dan timnya pun mulai mengadopsi sistem cloud. Ia berharap penggunaan cloud di Direktorat Pajak mampu mengalihkan resource yang ada di eService ke arah bisnis intelijen.

"Kita lakukan ini karena perekrutan orang masih terkendala. Dengan ini layanan front-enddan infrastrukturnya akan kita ubah ke dalam format cloud, yang mana akan dikerjakan pihak ketiga atau managed cloud," jelas Iwan.

Guna merealisasikan ini, Direktorat Pajak saat ini sedang dalam kerjasama beberapa layanan VMware mulai dari NSX dan Cloud Management."

Selain itu, kita juga saat ini sedang membangun core system yang bernama Tax Payer Accounting. Saat ini, data-data wajib pajak menjadi database yang kuat di mana setiap orang akan memiliki catatan akunting mereka sendiri."

Untuk sistem baru ini, Iwan mengungkapkan bahwa timnya sedang membangun infrastruktur tahap awal, dan sistem pengolahan big data dari sisi analitik.

"Kita akan buat sebuah sistem virtualisasi yang akan digunakan pada di Kanwil sehingga mereka dapat membuat bisnis intelijen masing-masing. Tahun ini kita sedang buat prototipe dan semoga tahun depan sudah bisa implementasi," ujarnya.

Lewat sistem cloud dan virtualisasi, Ditjen Pajak akan melakukan analisa data-data pajak yang ada untuk cleansing. Hal ini juga diharapkan dapat mengatasi para pewajib pajak yang nakal.

"Bayangkan, data yang dikumpulkan dari 63 institusi bisa mencapai 2 miliar datarecord, ditambah data kartu kredit. Jika kita cocokkan secara manual akan sangat sulit dan makan waktu. Kita masih belum memiliki sebuah ID utama, seperti social number di Amerika Serikat," ucap Iwan. 

Dalam waktu dekat , Iwan dan timnya sedang mengembangkan sebuah sistem virtulisasi di beberapa bank dengan membangun sebuah kiosk.

"Kiosk ini rencananya akan melayani pelaporan dan pembayaran dan akan berjalan dengan smart card. tahun ini kita sedang mengembangkan prototipe kartu dan dua bulan lagi prototipe mesin ATM-nya jadi." jelasnya.

Terkait rencana pemerintah untuk menerapkan pajak pada eCommerce, Iwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Salah satu isu yang dibahas adalah tentang keharusan pemain eCommercemenjadi Badan Usaha Tetap (BUT). Menurutnya saat ini pemain eCommerce besar sudah melakukan wajib pajak. Hanya saja, hal ini belum dilakukan pemain eCommerce

"Yang menjadi perhatian saat ini adalah beli aplikasi. Kami sempat skip perihal PPN dari pembelian aplikasi. Contoh, saya beli aplikasi di Apple dengan kartu kredit, dipotong langsung dan tidak kena PPN," ungkapnya.

"Bagaimana kita mengotomasi semua, bagaimana data-data yang ada ter-capture. Yang paling penting adalah kita mendapatkan akses yang lebih dalam ke data-data perbankan, karena hingga saat ini walaupun transaksinya virtual. Tetapi duit kan tetap jalan." tutupnya.

Sumber : liputan6.com (Bali, 19 Mei 2016)
Foto : liputan6.com




BERITA TERKAIT
 

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

James Riady: Surga Investasi Saat Ini RI dan ASJames Riady: Surga Investasi Saat Ini RI dan AS

Pemilik perusahaan Lippo Group, James Riady mengungkapkan alasannya melakukan pengalihan harta dari luar negeri ke dalam negeri (repatriasi) dalam program pengampunan pajak (tax amnesty) karena surga investasi saat ini ada di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).selengkapnya

Tak Hanya Kartu Kredit, Ditjen Pajak Juga Intip Data BPKB dan KPRTak Hanya Kartu Kredit, Ditjen Pajak Juga Intip Data BPKB dan KPR

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) tak hanya mengintip data transaksi kartu kredit. Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas (P2Humas) Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, Ditjen Pajak juga mengecek data Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan data Kredit Pemilikan Rumah (KPR) para wajib pajak.selengkapnya

Bisa Intip Transaksi Kartu Kredit, Ini yang Dilakukan Ditjen PajakBisa Intip Transaksi Kartu Kredit, Ini yang Dilakukan Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak)Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekarang sudah bisa mengakses data transaksi kartu kredit. Ini berlaku setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39/PMK.03/2016. Apa yang akan dilakukan Ditjen Pajak dengan data tersebut? Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, menyatakan bahwa data itu akan menjadiselengkapnya

Ini 5 Jenis Pajak DKI Yang Bakal Direvisi Tarifnya Tahun IniIni 5 Jenis Pajak DKI Yang Bakal Direvisi Tarifnya Tahun Ini

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan revisi tarif lima jenis pajak daerah tahun ini, demi mendorong penerimaan pajak daerah juga implementasi dari paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat.selengkapnya

Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015

PT EK Prima Ekspor Indonesia memiliki surat tagihan pajak Rp 78 miliar.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


DJP janjikan tambahan penerimaan di RAPBN-P 2017DJP janjikan tambahan penerimaan di RAPBN-P 2017

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi menjanjikan adanya tambahan penerimaan sebanyak Rp20 triliun dari upaya penegakan dan penindakan hukum di postur sementara RAPBN-P 2017.selengkapnya

BI optimistis pertumbuhan semester II-2017 5,3 persenBI optimistis pertumbuhan semester II-2017 5,3 persen

Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi domestik pada semester II-2017 akan lebih baik dibandingkan semester I dan bisa mencapai 5,3 persen.selengkapnya

Menkeu: pelaksanaan APBN semester I-2017 berjalan baikMenkeu: pelaksanaan APBN semester I-2017 berjalan baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelaksanaan APBN pada semester I-2017 menunjukkan kinerja baik dibandingkan periode sama tahun lalu, baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.selengkapnya

Ditjen Pajak siap penuhi syarat tambahan dari OECDDitjen Pajak siap penuhi syarat tambahan dari OECD

Indonesia harus memenuhi syarat lainnya untuk menjalankan Automatic Exchange of Information (AEoI), yakni akses terhadap beneficial owner. Head of Global Forum on Transparency and Exchange of Information OECD Monica Bhatia mengatakan, terkait hal ini Indonesia akan segera direview oleh OECD.selengkapnya

Diversifikasi ekonomi bisa tambah 0,4% ke PDBDiversifikasi ekonomi bisa tambah 0,4% ke PDB

Pemerintah pusat hari ini mengadakan rapat koordinasi pusat dan daerah di Balikpapan, Jumat (14/7). Dalam rapat koordinasi (rakor) ini pemerintah akan memulai strategi diversifikasi sumber perekonomian baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.selengkapnya

Persetujuan tambahan PMN BUMN dicabutPersetujuan tambahan PMN BUMN dicabut

Badan Anggaran (Banggar) DPR akhirnya mencabut kembali persetujuan atas usulan tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017. Jumlah tambahan PMN BUMN yang disetujui, yakni sebesar Rp 2,38 triliun.selengkapnya

Menkeu naikkan target pajak non migas Rp 20 TMenkeu naikkan target pajak non migas Rp 20 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah target penerimaan pajak non migas sebesar Rp 20 triliun dalam postur sementara rancangan pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017.selengkapnya

Darmin akan libatkan koperasi di reformasi agrariaDarmin akan libatkan koperasi di reformasi agraria

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah menyiapkan skema pengembangan dan perbaikan ekonomi rakyat di industri pertanian.selengkapnya

Darmin: Kebijakan ekonomi berkeadlian di AgustusDarmin: Kebijakan ekonomi berkeadlian di Agustus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Darmin Nasution menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan Kebijakan Ekonomi Berkeadilan. Hal ini diungkapkan oleh Darmin dalam sambutan di kongres Koperasi ke-3 di Makassar pada Kamis (13/07).selengkapnya

IMF ragu tax ratio Indonesia bisa tumbuh 5%IMF ragu tax ratio Indonesia bisa tumbuh 5%

International Monetery Fund (IMF) menilai bahwa bila sebuah negara ingin melakukan percepatan pertumbuhan, ada rasio pajak (tax ratio) terhadap PDB minimum yang perlu dicapai. Yakni 15% dari produk domestik bruto (PDB).selengkapnya



 
TAGS # :