Curhat Ditjen Pajak Soal Adopsi Cloud

Jumat 20 Mei 2016 12:57Administratordibaca 713 kaliSemua Kategori

liputan6 039

Penggunaan layanan cloud computing dan virtualisasi saat ini sedang booming di kalangan pebisnis. Terbukti, berbagai perusahaan besar di global pun mulai menggunakan solusi ini.

Tak terkecuali bagi VMWare. Cakupan yang luas dan fleksibel dalam menghadapi berbagai tantangan yang dinamis membuat cloud VMware unggulkan menjadi incaran para pebisnis.

Tak hanya itu, cloud VMware ini dapat diimplementasikan pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), sektor pemerintahan, dan instansi lainnya.

Pada CIO Forum di Bali, Kamis (19/5/2016), Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Duniardi berbagi pengalaman saat menggunakan solusi VMware.

"Teknologi Informasi di instansi yang sedang saya bangun saat ini berdasarkan empat poin utama, yakni adopsi cloud, mobility, optimalisasi big data, dan media sosial bisnis," ucapnya kepada Tekno Liputan6.com.

"Alhamdulilah, sejak kita terima (anggaran) Rp 1,5 triliun dari pemerintah, kita langsung alokasikan dana itu untuk kembangkan eService multi channeling dengan solusi dari VMware," tambah Iwan.

Selain mengandalkan eService multi channeling, Iwan dan timnya pun mulai mengadopsi sistem cloud. Ia berharap penggunaan cloud di Direktorat Pajak mampu mengalihkan resource yang ada di eService ke arah bisnis intelijen.

"Kita lakukan ini karena perekrutan orang masih terkendala. Dengan ini layanan front-enddan infrastrukturnya akan kita ubah ke dalam format cloud, yang mana akan dikerjakan pihak ketiga atau managed cloud," jelas Iwan.

Guna merealisasikan ini, Direktorat Pajak saat ini sedang dalam kerjasama beberapa layanan VMware mulai dari NSX dan Cloud Management."

Selain itu, kita juga saat ini sedang membangun core system yang bernama Tax Payer Accounting. Saat ini, data-data wajib pajak menjadi database yang kuat di mana setiap orang akan memiliki catatan akunting mereka sendiri."

Untuk sistem baru ini, Iwan mengungkapkan bahwa timnya sedang membangun infrastruktur tahap awal, dan sistem pengolahan big data dari sisi analitik.

"Kita akan buat sebuah sistem virtualisasi yang akan digunakan pada di Kanwil sehingga mereka dapat membuat bisnis intelijen masing-masing. Tahun ini kita sedang buat prototipe dan semoga tahun depan sudah bisa implementasi," ujarnya.

Lewat sistem cloud dan virtualisasi, Ditjen Pajak akan melakukan analisa data-data pajak yang ada untuk cleansing. Hal ini juga diharapkan dapat mengatasi para pewajib pajak yang nakal.

"Bayangkan, data yang dikumpulkan dari 63 institusi bisa mencapai 2 miliar datarecord, ditambah data kartu kredit. Jika kita cocokkan secara manual akan sangat sulit dan makan waktu. Kita masih belum memiliki sebuah ID utama, seperti social number di Amerika Serikat," ucap Iwan. 

Dalam waktu dekat , Iwan dan timnya sedang mengembangkan sebuah sistem virtulisasi di beberapa bank dengan membangun sebuah kiosk.

"Kiosk ini rencananya akan melayani pelaporan dan pembayaran dan akan berjalan dengan smart card. tahun ini kita sedang mengembangkan prototipe kartu dan dua bulan lagi prototipe mesin ATM-nya jadi." jelasnya.

Terkait rencana pemerintah untuk menerapkan pajak pada eCommerce, Iwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Salah satu isu yang dibahas adalah tentang keharusan pemain eCommercemenjadi Badan Usaha Tetap (BUT). Menurutnya saat ini pemain eCommerce besar sudah melakukan wajib pajak. Hanya saja, hal ini belum dilakukan pemain eCommerce

"Yang menjadi perhatian saat ini adalah beli aplikasi. Kami sempat skip perihal PPN dari pembelian aplikasi. Contoh, saya beli aplikasi di Apple dengan kartu kredit, dipotong langsung dan tidak kena PPN," ungkapnya.

"Bagaimana kita mengotomasi semua, bagaimana data-data yang ada ter-capture. Yang paling penting adalah kita mendapatkan akses yang lebih dalam ke data-data perbankan, karena hingga saat ini walaupun transaksinya virtual. Tetapi duit kan tetap jalan." tutupnya.

Sumber : liputan6.com (Bali, 19 Mei 2016)
Foto : liputan6.com




BERITA TERKAIT
 

Catatan pebisnis buat Ditjen Pajak yang mulai intip data nasabahCatatan pebisnis buat Ditjen Pajak yang mulai intip data nasabah

Seiring terbitnya Peraturan Dirjen Pajak Nomor 04 Tahun 2018, mulai Februari ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) pajak akan memulai proses pendaftaran terkait pelaporan data keuangan di industri keuangan dan pasar modal.selengkapnya

Ditjen Pajak akan surati lembaga keuangan yang belum lapor data nasabahDitjen Pajak akan surati lembaga keuangan yang belum lapor data nasabah

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, sudah 81% lembaga keuangan yang melaporkan data nasabah kepada Ditjen Pajak dalam rangka pertukaran informasi keuangan secara otomatis atau Automatic Exchange of Information (AEoI).selengkapnya

Kartu Kredit Cuma 1 dari 67 Data yang Diintip Kantor PajakKartu Kredit Cuma 1 dari 67 Data yang Diintip Kantor Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengungkapkan data pengguna kartu kredit hanyalah satu dari 67 data institusi yang wajib disampaikan. untuk itu, Ditjen Pajak menghimbau masyarakat agar tidak perlu resah soal keterbukaan data nasabah pengguna kartu kredit. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat dari Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, menjelaskan, selain kartu kredit,selengkapnya

Dirjen Pajak Akan Atur Pegawai yang Bisa Akses Data NasabahDirjen Pajak Akan Atur Pegawai yang Bisa Akses Data Nasabah

Selain pegawainya yang dipilih, data nasabah yang bisa dibuka semestinya berdasarkan profil risiko terkait peluang menghindari pajak.selengkapnya

Anggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan PajakAnggota DPR: Yang Dapat Pengampunan Adalah Mereka yang Telah Lakukan Kejahatan Pajak

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Arsul Sani menegaskan jika UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak tidak mengampuni koruptor, kejahatan illegal logging, dan sebagainya.selengkapnya

Ditjen Pajak masih mengolah data dari 65 negara yang diterima melalui AEoIDitjen Pajak masih mengolah data dari 65 negara yang diterima melalui AEoI

Hingga saat ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih mengolah data yang diterima melalui sistem Automatic Exchange of Information (AEoI). Karena itu, pemerintah belum bisa membeberkannya ke publik. Sejauh ini pemerintah telah menerima data dari 65 negara.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Begini Cara Lapor SPT Pajak Buat Suami Istri yang BekerjaBegini Cara Lapor SPT Pajak Buat Suami Istri yang Bekerja

Anda adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai karyawan dan ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi? Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/3/2016), Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Dua, Dwi Astuti memberikan langkahnya. Jika status Anda dan suami atau istriselengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Ini kata pengamat pajak soal diskon PPnBM mobil baruIni kata pengamat pajak soal diskon PPnBM mobil baru

Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan memberikan insentif PPnBM mobil selama sembilan bulan, mulai dari 1 Maret 2021. Adapun jenis mobil yang disuntik insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yakni mobil sedan 4x2 kurang dari 1.500 cc. Insentif fiskal ini diberikan dalam tiga tahapan.selengkapnya

Lapor SPT Tahunan via www.pajak.go.id, Siapkan 5 Dokumen Berikut IniLapor SPT Tahunan via www.pajak.go.id, Siapkan 5 Dokumen Berikut Ini

Wajib pajak udah mulai dapat mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT) Tahunan PPh tahun pajak 2020. Perlu diketahui, wajib pajak badan dan orang pribadi untuk pelaporan SPT Tahunan memiliki tenggat waktu berbeda.selengkapnya

Diskon Pajak Mobil Bakal Efektif? Berikut Analisis EkonomDiskon Pajak Mobil Bakal Efektif? Berikut Analisis Ekonom

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan menilai industri otomotif di Indonesia sudah terintegrasi dengan UKM dalam rantai pasoknya.selengkapnya

Pajak Barang Mewah Mobil Dihilangkan, Astra (ASII) Yakin Bisa UntungPajak Barang Mewah Mobil Dihilangkan, Astra (ASII) Yakin Bisa Untung

Emiten produsen mobil PT Astra International Tbk. (ASII) menyambut positif kebijakan pemerintah yang menghilangkan kewajiban pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) terhadap kendaraan roda empat. Hal ini dapat meningkatkan penjualan.selengkapnya

Subsidi PPnBM Muncul, BCA dan Mandiri Buka SuaraSubsidi PPnBM Muncul, BCA dan Mandiri Buka Suara

Subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dari pemerintah yang berlaku mulai 1 Maret 2021, diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit kendaraan bermotor.selengkapnya

5 Fakta Insentif PPnBM: Kriteria, Tahapan Diskon, dan Harga Mobil5 Fakta Insentif PPnBM: Kriteria, Tahapan Diskon, dan Harga Mobil

Pemerintah memutuskan menanggung pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya kendaraan roda empat atau mobil.selengkapnya

PPnBM Nol Persen Ganggu Harga dan Pasokan Mobil BekasPPnBM Nol Persen Ganggu Harga dan Pasokan Mobil Bekas

Penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil tertentu diperkirakan akan mengganggu harga dan pasokan mobil bekas.selengkapnya

Pajak Barang Mewah Mobil 0 Persen, Ini Rekomendasi Saham Emiten OtomotifPajak Barang Mewah Mobil 0 Persen, Ini Rekomendasi Saham Emiten Otomotif

Sejumlah saham emiten otomotif kian menarik untuk dikoleksi setelah pemerintah mengumumkan relaksasi pajak barang mewah bagi kendaraan roda empat terutama yang bertenaga di bawah 1.500 CC.selengkapnya

Relaksasi Pajak, Tunas Ridean (TURI) Optimistis Penjualan Mobil NaikRelaksasi Pajak, Tunas Ridean (TURI) Optimistis Penjualan Mobil Naik

Emiten otomotif PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) optimistis relaksasi aturan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) akan mendongkrak penjualan mobil perseroan. Namun, implementasinya masih dinanti.selengkapnya

Insentif PPnBM Bersifat Sementara, Pemerintah Pertimbangkan Ketahanan FiskalInsentif PPnBM Bersifat Sementara, Pemerintah Pertimbangkan Ketahanan Fiskal

Pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi rumah tangga di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dengan memberikan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Stimulus ini berlaku sementara waktu.selengkapnya



 
TAGS # :