BCA Dominasi Pengumpulan Dana Tebusan

Selasa 30 Ags 2016 20:22Administratordibaca 148 kaliSemua Kategori

bisnis 157

Sejak program pengampunan pajak bergulir pada 1 Juli 2016, dana tebusan dari deklarasi maupun repatriasi mulai mengalir ke industri perbankan di Tanah Air.

Dari data yang dihimpun Bisnis, PT Bank Central Asia Tbk. sejauh ini mengumpulkan dana tebusan paling besar di antara bank persepsi lainnya.


Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan hasil monitor terakhir pada pekan lalu, dana tebusan yang masuk ke perseroan senilai Rp616 miliar.


“Tebusan 2% atau 4% yang masuk itu Rp616 miliar, dari Rp1,2 triliun secara nasional. Itu yang tebusan ya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/8/2016).


Dari halaman resmi DirektoratnJenderal Pajak Kementerian Keuangan RI terlihat per Minggu (28/8/2016) jumlah uang tebusan program pengampunan pajak senilai Rp2,14 triliun dari total harta deklarasi dan repatriasi senilai Rp103 triliun.

Adapun untuk dana repatriasi, dia mengaku belum memonitor dan memilih untuk menunggu puncak masuknya dana repatriasi. Menurutnya, dana repatriasi paling kencang akan masuk pada akhir tahun.

“Kemungkinan di akhir tahun, orang kita kan sukanya last minute. Menjelang Desember baru pada masuk,” katanya.


Direktur Finance & Strategy PTn Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury mengatakan hingga kini ada cukup banyak nasabah yang menyatakan niat untuk repatriasi hartanya senilai Rp8,5 triliun. Namun, untuk dana tebusan yang masuk ke rekening khusus belum terlalu banyak.


“Masuknya di kisaran Rp100 miliar. Saat ini yang melakukan tebusan didominasi dari domestik. Ke depannya, kami melihat yang besar berasal dari luar negeri,” katanya.


Dana program pengampunan pajak yang masuk ke bank milik negara lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga tak jauh beda dengan Bank Mandiri. 


Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso menyebutkan jumlah transaksi dari pengampunan pajak di BRI tercatat 1.800 transaksi hingga 25 Agustus 2016.


“Jumlah dana yang masuk untuk tebusan dan repatriasi lebih dari Rp197 miliar,” katanya. 


Tak jauh beda, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono mengatakan sejak memperoleh izin sebagai bank gateway pada 8 Agustus 2016, dana hasil tax amnesty yang masuk ke perseroan disebutkan sekitar Rp100 miliar yang merupakan hasil deklarasi dalam negeri.

Maryono memperkirakan pada akhir periode I program tax amnesty atau pada akhir September akan banyak dana hasil program ini yang masuk.

BTN memproyeksikan dapat menangkap dana repatriasi senilai Rp50 triliun. Untuk menyerap dana repatriasi, perseroan menyiapkan beberapa produk investasi, baik produk perbankan maupun produk pasar modal.


“Kami ada produk dana investasi real estate dan KIK EBA juga. Kami perkirakan KIK EBA bisa menyerap Rp5 triliun dan DIRE antara Rp5 triliun hingga Rp10 triliun,” katanya.


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat hingga pekan ketiga Agustus 2016 telah mengantongi uang tebusan dari program pengampunan pajak senilai Rp50 miliar.


Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan dana tersebut berasal dari para wajib pajak yang ada di dalam negeri.


Untuk dana repatriasi emiten bersandi saham BBNI tersebut mengaku bisa menampung sampai dengan Rp75 triliun. Sekitar Rp20 triliun di antaranya bisa di tampung anak usaha PT BNI Asset Management dan PT BNI Se kuritas.


PERIODE AKHIR


Sementara itu, ekonom BCA David Sumual memperkirakan dana tebusan deklarasi dan repatriasi akan banyak masuk di periode I dan II program pengampunan pa jak karena tarif yang dikenakan di bawah tarif periode terakhir.


Untuk diketahui, program pengampunan pajak pemerintah berlangsung dari 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 dan terdiri dari 3 periode. Periode pertama dari 1 Juli 2016 hingga 30 September 2016 tarif repatriasi atau deklarasi dalam negeri sebesar 2% dan tarif deklarasi luar negeri sebesar 4%.


Periode kedua dari 1 Oktober 2016 hingga 31 Desember 2016 tarif repatriasi atau deklarasi dalam negeri sebesar 3% dan tarif deklarasi luar negeri sebesar 6%. Sedangkan periode yang terakhir dari 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017 dengan tarif repatriasi atau deklarasi dalam negeri sebesar 5% dan tarif deklarasi luar negeri sebesar 10%.

Sumber : bisnis.com (Jakarta, 30 Agustus 2016)
Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

UU PENGAMPUNAN PAJAK: Tarif Tebusan Repatriasi Dan Deklarasi Dalam Negeri SamaUU PENGAMPUNAN PAJAK: Tarif Tebusan Repatriasi Dan Deklarasi Dalam Negeri Sama

Tarif uang tebusan atas harta yang sudah berada di dalam negeri dan harta yang akan direpatriasi dari luar negeri ke Tanah Air sama dan progresif tiap periodenya. Sementara, tarif uang tebusan untuk UMKM berlaku flat.selengkapnya

AMNESTI PAJAK: Hingga Akhir 2016 BRI Tampung Dana Repatriasi Rp12 TriliunAMNESTI PAJAK: Hingga Akhir 2016 BRI Tampung Dana Repatriasi Rp12 Triliun

Aliran dana repatriasi hasil amnesti pajak yang ditampung PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. terus bertambah.selengkapnya

BCA: Dana Repatriasi Lebih dari Rp100 Triliun Pencapaian BesarBCA: Dana Repatriasi Lebih dari Rp100 Triliun Pencapaian Besar

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja mengemukakan, dana repatriasi tax amnesty(pengampunan pajak) yang mencapai lebih dari Rp100 triliun merupakan pencapaian besar. Menurutnya, instrumen dan produk untuk mengakomodasi dana hasil repatriasi sudah cukup banyak, di antaranya Surat Berharga Negara (SBN) dan reksadana.selengkapnya

TEBUSAN AMNESTI PAJAK Per 30 Agustus Rp2,6 Triliun, Deklarasi Dan Repatriasi Rp126 TriliunTEBUSAN AMNESTI PAJAK Per 30 Agustus Rp2,6 Triliun, Deklarasi Dan Repatriasi Rp126 Triliun

Jumlah penerimaan uang tebusan sejak pelaksanaan program amnesti pajak (tax amnesty) hingga hari ini, Selasa (30/8/2016), terpantau mencapai Rp2,62 triliun. Nilai pernyataan harta melesat lebih kurang Rp15 triliun dalam sehari pada hari ini setelah mencapai sekitar Rp111 triliun kemarin.selengkapnya

TEBUSAN AMNESTI PAJAK Per 31 Agustus Tembus Rp3 Triliun, Deklarasi Dan Repatriasi Rp147 Triliun

Jumlah penerimaan uang tebusan sejak pelaksanaan program amnesti pajak (tax amnesty) hingga hari ini, Rabu (31/8/2016), terpantau menembus Rp3,07 triliun.selengkapnya

TEBUSAN AMNESTI PAJAK Per 19 September Rp23,5 Triliun, Deklarasi Dan Repatriasi Rp995 TriliunTEBUSAN AMNESTI PAJAK Per 19 September Rp23,5 Triliun, Deklarasi Dan Repatriasi Rp995 Triliun

Jumlah penerimaan uang tebusan yang dibayarkan peserta pengampunan pajak sejak dimulainya pelaksanaan Program Amnesti Pajak (Tax Amnesty) hingga hari ini, Senin (19/9/2016), terpantau mencapai Rp23,5 triliun.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Ini Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT PajakIni Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengingatkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Tahunan 2016 hingga batas waktu 31 Maret untuk Orang Pribadi (OP) dan Badan Usaha 30 April. Jika terlambat akan ada denda yang dikenakan.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Pemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib PajakPemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib Pajak

Kementerian Keuangan akan melakukan pendataan makin sistematis bagi wajib pajak dan memperbaiki penegakan hukum untuk meningkatkan penerimaan dari pajak.selengkapnya

NPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak NakalNPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak Nakal

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana meluncurkan Kartu Indonesia Satu. Kartu ini akan diisi identitas seperti Nomor Induk Kependudukan, Nomor Pokok Wajib Pajak, dan Nomor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.selengkapnya

Menkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax AmnestyMenkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani siap menerapkan langkah hukum apabila diperlukan jika amnesti pajak telah berakhir pada 31 Maret 2017 mengingat tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih tergolong rendah.selengkapnya

Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencatat kebijakan bebas visa untuk warga negara asing telah menurunkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga 52% atau senilai Rp1 triliun.selengkapnya

Likuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga DepositoLikuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga Deposito

BI berpendapat bank tidak perlu menaikkan bunga deposito. Alasannya, likuiditas masih terjaga. Dana operasi moneter di atas Rp 300 triliun.selengkapnya

Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana untuk menerbitkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak multifungsi atau Kartu Indonesia Satu. Ini merupakan strategi DJP dalam meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak.selengkapnya

25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah

Pemerintah pusat dihadapkan pada tugas berat di tahun anggaran mendatang untuk merampungkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas di tengah ruang fiskal yang masih sempit terutama lantaran penerimaan pajak yang belum kencang.selengkapnya

Tax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib PajakTax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib Pajak

Dua periode program amnesti pajak (tax amnesty) berjalan ternyata tidak mendongkrak kenaikan secara signifikan jumlah wajib pajak (WP). Jumlah WP yang tercatat per tanggal 1 Januari 2017 hanya sebanyak 35,82 juta WP.selengkapnya

Konsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian RukoKonsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian Ruko

Kepada tim konsultasi pajak,selengkapnya

Selain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan PajakSelain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akan segera meluncurkan Kartu Indonesia 1 atau Kartin1 yang salah satunya dapat menjadi tax clearance (surat keterangan fiskal) atas kegiatan pelayanan publik. Penggunaan kartu serbaguna tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP) menunaikan kewajiban membayar pajak.selengkapnya



 
TAGS # :