
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, realisasi penerimaan pajak pada satu bulan pertama tahun ini tumbuh 11,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 78,94 triliun.
Namun demikian, pada awal tahun 2018 ini, penerimaan pajak akan menghadapi risiko jangka pendek, khususnya pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam buku pencapaian APBN Januari 2018, Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyatakan, risiko tersebut berupa restitusi bagi pelaku ekspor.
Hal ini mengingat tingginya pertumbuhan nilai ekspor di triwulan IV tahun 2017 yang mencapai 13,4% secara year-on-year meski di satu sisi hal ini memperkuat kondisi sisi pengeluaran Produk Domestik Bruto (PDB) di mana pertumbuhan ekspor di tahun 2017 merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015.
Namun demikian, risiko ini diyakini tidak akan mempengaruhi kinerja penerimaan pajak secara signifikan hingga akhir tahun. Sebab, pada saat yang sama peningkatan aktivitas ekspor akan mendorong penerimaan pajak baik dari sisi input, misalnya PPN Impor, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, PPh Pasal 21 maupun dari sisi pajak korporasi, misalnya PPh Badan dan PPh Pasal 26.
“Pajak akan bisa mengumpulkan lebih baik. Datanya kan sudah kelihatan pada Januari 2018 menunjukkan pertumbuhan penerimaan di Ditjen Pajak cukup baik, pajak orang pribadi, pajak badan, pajak PPh 22 yang dari impor maupun PPnBM impor,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara beberapa waktu lalu.
Menurut Suahasil, kinerja tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan perekonomian yang akan mempengaruhi penerimaan pajak di tahun ini. “Pertumbuhan ekonomi yang meningkat berarti ada transaksi ekonomi. Data lebih detail, di investasi meningkat, ekspor dan impor meningkat,” ujar dia.
Direktur Eksekutif Center of Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, realisasi penerimaan satu bulan pertama itu belum representatif untuk menakar seperti apa penerimaan pajak di tahun ini. Menurut dia, perlu dilihat dalan tiga bulan ke depan apakah trennya positif dan tumbuh.
“Karena kalau tumbuh 11,17%, belum cukup untuk mengejar 24% growth (dari realisasi penerimaan 2017),” kata Yustinus kepada KONTAN.
Apalagi, menurut Yustinus, pencapaian PPN dan PPnBm terlihat landai di mana pada Januari 2018 tumbuh 9,41%. Padahal, secara tahunan pada 2017 bisa tumbuh sekitar 13%.
“Semoga pertumbuhan Januari 2018 ini bukan fenomena sesaat. Harus kerja keras karena ada pembayaran PPh 21 masa Desember di Januari 2018,” ujar dia.
Pengamat perpajakan Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji juga mengatakan, pertumbuhan 11,17% masih sangat timpang dengan pertumbuhan dari realisasi 2017 dan target tahun ini. Oleh karena itu, ia mengimbau agar merevisi target penerimaan pajak pada APBNP 2018.
"Harus ada revisi, kalau tidak shortfall lagi, dan akhirnya utang lagi," kata dia.
Sumber : kontan.co.id (Jakarta, 24 Februari 2018)
Foto : Kontan
Sejumlah Kantor Wilayah (Kanwil) dari 33 Kanwil Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak di seluruh Indonesia tercatat telah membukukan realisasi penerimaan pajak di atas 90% dari total penerimaan yang ditargetkan.selengkapnya
Realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) non migas dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mendorong perbaikan kinerja keuangan negara hingga Mei 2018. Dua sektor itu membuat penerimaan negara tumbuh lebih tinggi.selengkapnya
Pemilik Lippo Grup James Riady mengumumkan keikutsertaannya dalam program tax amnesty atau pengampunan pajak. Hari ini, Jumat (2/9) Ia mendatangi langsung kantor wilayah pajak khusus wajib pajak besar untuk menyerahkan dokumen dan permohonan itu.selengkapnya
Penerimaan pajak sepanjang Januari-Juli 2019 tercatat shortfall yang hanya mencapai Rp 705,7 triliun. Angka tersebut masih jauh di bawah outlook penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, yakni baru 44,73% dari target penerimaan Rp 1.577,56 triliun.selengkapnya
Program pengampunan pajak atau tax amnesty telah menjadi buah simalakama. Sejumlah kalangan masyarakat, terutama para penunggak pajak, merasa keberatan dengan tarif tebusan yang dinilai cukup besar bila dihitung dari jumlah penghasilan yang tidak dilaporkan selama ini.selengkapnya
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyambut positif langkah Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang menarik Peraturan Menteri Kuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce).selengkapnya
Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya
Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya
Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak hingga saat ini masih tergolong rendah. Tercatat, hingga saat ini tax ratio Indonesia hanya mencapai kurang 12 persen, lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.selengkapnya
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya
Anda adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai karyawan dan ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi? Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/3/2016), Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanah Abang Dua, Dwi Astuti memberikan langkahnya. Jika status Anda dan suami atau istriselengkapnya
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menargetkan sebanyak 69 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat terintegrasi dengan Nomor Pokok Wajib Pajik (NPWP). Simak cara validasi NIK jadi NPWP jelang pelaporan SPT Tahunan.Hingga 8 Januari 2023, DJP mencatat baru 53 juta NIK atau 76,8 persen dari total target yang baru terintegrasi. Melalui integrasi, nantinya pelayanan dapat lebihselengkapnya
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menghimbau agar wajib pajak melakukan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebelum pelaporan SPT Tahunan 2022. Hal ini sejalan dengan sudah mulai diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.03/2022. Dalam PMK yang menjadi aturan turunan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2021 danselengkapnya
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, insentif fiskal yang diberikan tahun 2022 lalu bakal berlanjut di tahun 2023. Stimulus fiskal itu di antaranya insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah ( PpnBM DTP) untuk sektor otomotif maupun insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti.selengkapnya
Setoran pajak korporasi dalam beberapa tahun ke belakang menjadi tumpuan penerimaan pajak penghasilan (PPh). Seiring pemulihan ekonomi, otoritas pajak mulai mencari sektor usaha yang berpotensi memberikan sumbangsih besar di tahun depan.selengkapnya
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan mengurangi insentif pajak secara bertahap seiring dengan perbaikan dan pemulihan ekonomi nasional.selengkapnya
Isu perubahan iklim tak bisa diremehkan oleh siapapun. Pemerintah pun mulai menerapkan pajak karbon pada tahun depan. Para pelaku industri perlu mencermati dampak pengenaan pajak tersebut.selengkapnya
Pemerintah telah mengusulkan pengenaan pajak karbon kepada Panita Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) Komisi XI DPR.selengkapnya
Penerimaan perpajakan 2022 ditargetkan sebesar Rp1.510 triliun dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2022. Nilai ini naik Rp3,1 triliun dari penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2022 yang sebelumnya dibacakan Presiden Jokowi sebelumnya dalam Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2021.selengkapnya
Masyarakat jangan kaget bahwa tahun depan akan ada rencana pengenaan cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan pada tahun 2022.selengkapnya
Ada wacana cukai plastik, alat makan dan minum sekali makan, serta cukai minuman manis dalam kemasan akan diterapkan pada 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat Rapat Panja Banggar DPR RI bersama pemerintah, Kamis 9 September 2021.selengkapnya