Angin Segar Ekonomi Menuju Indonesia

Jumat 24 Jun 2016 07:28Administratordibaca 114 kaliSemua Kategori

inilah 051

Banyak orang bilang, tahun ini merupakan tahun paceklik di era Presiden Jokowi. Lantaran, lesunya perekonomian global menular ke Indonesia. Benarkah?

Namun, tim ekonomi Kabinet Kerja tetap optimis. Angka pertumbuhan, sesuai kesepakatan dalam RAPBN Perubahan 2016, dipatok 5,2%. Turun sedikit ketimbang APBN 2016 senilai 5,3%.


Hanya saja, pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2016, menurut data BPS hanya 4,92%. Sedangkan triwulan II, Bank Indonesia (BI) memprediksi berkisar 4,9%-5%. Anggaplah pertumbuhan triwulan II sebesar 5%, berarti angka pertumbuhan semester I hanya sebesar 4,95%.


Nah, untuk mencapai angka pertumbuhan 5,2% sampai akhir 2016, maka semester II pertumbuhannya harus 5,45%. Ini angka yang tidak mudah untuk diraih.


Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo mengaku masih yakin dengan ekonomi Indonesia. Tentu saja, pria kelahiran Amsterdam, Belanda ini, punya alasan kuat. Berikut petikan wawancara INILAHCOM dengan mantan menteri keuangan era SBY ini.


Banyak kalangan mengkhawatirkan pelemahan ekonomi dunia menjalar ke Indonesia. Anda setuju?


Kami memandang, ekonomi tahun ini masih dalam ketidakpastian. Akan tetapi, kita tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016, akan semakin baik.


Pemerintah dan DPR sepakat pertumbuhan ekonomi 2016 di angka 5,2%. Bagaimana peluangnya, menurut Anda?


Tidak masalah, kami (BI) sebetulnya sangat optimis. Kami telah memberikan range pertumbuhan ekonomi antara 5% sampai dengan 5,4%. Data tersebut sudah kami sampaikan dalam pembahasan dengan Komisi XI. Jadi, kami (BI) tidak mempersalahkan itu.


Bagaimana dengan seretnya pendapatan negara di sektor pajak? Sementara, pemberlakuan tax amnesty diyakini bisa memberikan tambahan pendapatan Rp165 triliun.

Tentu ada pengaruhnya, kita berharap dana tax amnesty bisa menambah likuiditas ekonomi kita. Sumber pembiayaan semakin ada. Ini sangat penting untuk meraih beberapa target. semisal pertumbuhan yang 5,2%.


Ingat, asumsim pertumbuhan 5,2% itu belum memasukkan faktor tax amnesty. Artinya, kalau terealisir maka pertumbuhan harusnya bisa lebih tinggi lagi. Tentu saja, kita perlu tetap mewaspadai ketidakpastian ekonomi global.


Kelihatannya Anda sangat percaya bahwa pertumbuhan 5,2% bakal terpenuhi...


Kan sudah saya sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 5% sampai dengan 5,4%. Dan masih bisa bergerak (naik) lagi. Karena, ya itu tadi, tax amnesty belum kita masukan.


Soal utang luar negeri, pemerintah era Jokowi-JK terkesan agresif. Baik berupa komitmen utang dengan lembaga keuangan, ataupun penerbitan surat utang. Apakah BI menilai masih aman?


Secara umum posisi utang luar negeri kita masih keadaan sehat. BI menyadari bahwa pinjaman publik atau swasta naik, khususnya kemarin ada kenaikan dari Euro bond, Samurai bond, ini adalah kondisi yang masih kami lihat sehat.


Malah, kami perhatikan, dibandingkan negara yang ada, Indonesia jauh lebih bagus. Masih memadai dalam konteks ini.


Terakhir, soal pergerakan nilai tukar rupiah, kok masih di atas Rp 13 ribu per US$?


Sekarang ini masuk periode risk on, artinya flight from quality. Untuk, rupiah ada kecenderungan menguat, berbeda dibanding Mei yang saat itu masih banyak diwarnai spekulasi. Isu-isu bahwa The Fed Rate akan naik dan berdampak kepada flight to quality.


Dampaknya, sampai sekarang rupiah menguat, dan kami ikuti credit default swap juga mengalami perbaikan. Kami harap stabilitas ini terus mengalami perbaikan. Dan, kami harap pertumbuhan ekonomi membaik.


Sumber : inilah.com (Jakarta, 23 Juni 2016)
Foto : inilah.com




BERITA TERKAIT
 

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2016 Akan Lebih Baik dari EstimasiBI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2016 Akan Lebih Baik dari Estimasi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2016 akan terkoreksi atau lebih baik dibandingkan perkiraan BI sebelumnya, yaitu 4,94 persen di kuartal kedua dan 5,04 persen year on year (yoy). Apalagi, dengan disahkannya Undang-Undang (UU) No.11 tahun 2016 tentang Tax Amnesty atau pengampunan pajak.selengkapnya

Era Jokowi, Ekonomi Digital Stimulus PertumbuhanEra Jokowi, Ekonomi Digital Stimulus Pertumbuhan

Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang berbasis partisipasi masyarakat luas sebagai pelaku usaha berbasiskan digital.selengkapnya

BI Nilai Tax Amnesty Bisa Naikkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2 PersenBI Nilai Tax Amnesty Bisa Naikkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Bank Indonesia menilai asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBNP 2016 sebesar 5,2 persen masih bisa tercapai dengan memasukkan dana dari pengampunan pajak atau tax amnesty. Pemerintah memasukkan asumsi makro pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, naik 0,1 persen dari pembahasan yang dilakukan pemerintah dengan Komisi XI sebelumnya 5,1 persen.selengkapnya

Perbankan Berharap UU Tax Amnesty Bisa Menjaga Kelangsungan Pertumbuhan EkonomiPerbankan Berharap UU Tax Amnesty Bisa Menjaga Kelangsungan Pertumbuhan Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) menyambut positif telah disahkannya Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. "Bagi perbankan, senang dan alternatif baru, harapannya ini dapat juga menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi," ujar Direktur BRI, Sis Apik Wijayanto di Jakarta, Selasa (28/6/2016).selengkapnya

Tax Amnesty dan Repatriasi Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 2017Tax Amnesty dan Repatriasi Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 2017

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian tahun depan bisa tumbuh 5,2 hingga 5,6 persen. Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) dan repatriasi dana diharapkan bisa menopang pencapaian pertumbuhan tersebut.selengkapnya

Dana dari Tax Amnesty Diyakini Dongkrak Pertumbuhan EkonomiDana dari Tax Amnesty Diyakini Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berpendapat, repatriasi modal sebagai dampak kebijakan pengampunan pajak akan memicu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. "Repatriasi modal dari tax amnesty akan mendorong pertumbuhan dari sisi investasi," kata Bambang dalam jumpa pers sosialisasi kebijakan pengampunan pajak di Jakarta, Rabu (29/6).selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Ini Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT PajakIni Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengingatkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Tahunan 2016 hingga batas waktu 31 Maret untuk Orang Pribadi (OP) dan Badan Usaha 30 April. Jika terlambat akan ada denda yang dikenakan.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Pemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib PajakPemerintah Akan Terus Genjot Rasio Kepatuhan Wajib Pajak

Kementerian Keuangan akan melakukan pendataan makin sistematis bagi wajib pajak dan memperbaiki penegakan hukum untuk meningkatkan penerimaan dari pajak.selengkapnya

NPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak NakalNPWP Multifungsi Bakal Jadi Alat Lacak Wajib Pajak Nakal

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana meluncurkan Kartu Indonesia Satu. Kartu ini akan diisi identitas seperti Nomor Induk Kependudukan, Nomor Pokok Wajib Pajak, dan Nomor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.selengkapnya

Menkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax AmnestyMenkeu Terapkan Langkah Hukum Usai Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani siap menerapkan langkah hukum apabila diperlukan jika amnesti pajak telah berakhir pada 31 Maret 2017 mengingat tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih tergolong rendah.selengkapnya

Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%Kebijakan Bebas Visa Turunkan PNBP 52%

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencatat kebijakan bebas visa untuk warga negara asing telah menurunkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga 52% atau senilai Rp1 triliun.selengkapnya

Likuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga DepositoLikuiditas Terjamin, BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga Deposito

BI berpendapat bank tidak perlu menaikkan bunga deposito. Alasannya, likuiditas masih terjaga. Dana operasi moneter di atas Rp 300 triliun.selengkapnya

Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?Kapan Kartu NPWP Multifungsi Diterbitkan?

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana untuk menerbitkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak multifungsi atau Kartu Indonesia Satu. Ini merupakan strategi DJP dalam meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak.selengkapnya

25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah25 Persen APBD Wajib Digunakan Bangun Infrastruktur di Daerah

Pemerintah pusat dihadapkan pada tugas berat di tahun anggaran mendatang untuk merampungkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas di tengah ruang fiskal yang masih sempit terutama lantaran penerimaan pajak yang belum kencang.selengkapnya

Tax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib PajakTax Amnesty belum dongkrak jumlah Wajib Pajak

Dua periode program amnesti pajak (tax amnesty) berjalan ternyata tidak mendongkrak kenaikan secara signifikan jumlah wajib pajak (WP). Jumlah WP yang tercatat per tanggal 1 Januari 2017 hanya sebanyak 35,82 juta WP.selengkapnya

Konsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian RukoKonsultasi Pajak: NPWP Salah di Faktur Pajak Pembelian Ruko

Kepada tim konsultasi pajak,selengkapnya

Selain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan PajakSelain untuk BPJS dan SIM, NPWP Baru Bisa Cek Kepatuhan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akan segera meluncurkan Kartu Indonesia 1 atau Kartin1 yang salah satunya dapat menjadi tax clearance (surat keterangan fiskal) atas kegiatan pelayanan publik. Penggunaan kartu serbaguna tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP) menunaikan kewajiban membayar pajak.selengkapnya



 
TAGS # :