Anggaran Dipangkas Lagi

Kamis 4 Ags 2016 16:00Administratordibaca 395 kaliSemua Kategori

republika 124

Pemerintah mengakui penerimaan perpajakan masih akan mengalami tekanan sangat berat dan belanja bakal dipangkas. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, penerimaan negara dari sisi pajak akan kurang sekitar Rp 219 triliun.

''Penerimaan negara tahun ini akan mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun-tahun sebelumnya,'' kata Sri seusai sidang kabinet paripurna membahas nota keuangan dan draf RAPBN 2017 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/8).

Dalam APBNP 2016, pendapatan pajak ditargetkan sebasar Rp 1.539,2 triliun dan realisasi pada semester I tahun ini Rp 522 triliun atau baru 33,9 persen. Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah akhirnya memutuskan kembali memangkas anggaran sebesar Rp 133,3 triliun.

Ini merupakan pemangkasan yang kedua kalinya setelah pada Mei lalu anggaran di kementerian dan lembaga (K/L) dihemat sebesar Rp 50,015 triliun. Sri menambahkan, seretnya penerimaan pajak lantaran harga komoditas, seperti kelapa sawit dan migas belum membaik.

Selain itu, penerimaan diyakini meleset karena perdagangan internasional masih mengalami kontraksi. ''Penyesuaian dari sisi belanja perlu dilakukan agar defisit tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan krisis kepercayaan terhadap APBN,'' kata Sri.

Ia menjelaskan, pemerintah akan mengurangi belanja K/L sebesar Rp 65 triliun dan transfer ke daerah Rp 68,8 triliun. Anggaran yang dipangkas hanya belanja yang dinilai tak menunjang program prioritas, misalnya, perjalanan dinas, konsinyering, dan pembangunan gedung.

Saat membuka sidang kabinet, Presiden Joko Widodo menginstruksikan K/L melakukan efisiensi belanja. Ia menghendaki K/L memprioritaskan penyerapan belanja modal dan melakukan penghematan belanja nonprioritas.

"Kita memang harus melakukan efisiensi pada program nonprioritas nasional. Coba lihat satu per satu, hal yang tidak masuk akal, coret, ganti,'' kata Presiden. Ia ingin K/L memprioritaskan belanja-belanja produktif.

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemangkasan memang akan dilakukan kembali pada semester II 2016. Ia akan membiarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkaji anggaran setiap K/L terlebih dahulu.

Menurut Darmin, ini untuk menjaga defisit agar tak melampaui ketentuan undang-undang sebesar tiga persen. Dalam APBNP 2016, defisit anggaran ditetapkan Rp 296,7 triliun atau 2,35 persen dari PDB. Hingga semester satu tahun ini, defisit Rp 230,7 triliun atau 1,83 persen.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, sudah ada sejumlah skema yang bakal digunakan jika kondisi fiskal pemerintah memang tidak memadai untuk membiayai anggaran K/L ataupun transfer ke daerah akibat pendapatan negara yang tak sesuai target.

Salah satunya adalah konversi dana alokasi umum (DAU) ke obligasi khusus. Sebab, selama ini banyak anggaran yang sudah dikucurkan ke daerah, tapi tidak digunakan dan malah disimpan di perbankan. Padahal, Kemenkeu telah memperingatkan pemda soal ini.

Untuk daerah yang masih menyimpan uang tersebut di perbankan dan tidak mengeksekusi anggaran terhadap program daerah, DAU diberikan dalam bentuk non-cash. Namun, kata dia, Kemenkeu juga bakal melihat semua efisiensi oleh K/L ataupun pemda.

Jika memang semua sektor bisa melakukan efisiensi, itu berdampak baik pada keuangan negara. Selain efisiensi program, pembiayaan pada segi operasional yang digunakan untuk perjalanan dinas juga menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

Selama ini, banyak biaya operasional tak berdampak pada kinerja K/L dan pemda. Mardiasmo menjelaskan, ada tiga model pembelanjaan, yaitu belanja barang, belanja yang terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi), dan belanja yang tidak terkait tupoksi atau bersifat konsumtif.

Untuk belanja barang dan tupoksi, pemerintah tidak akan memangkas anggaran ini. Sedangkan untuk anggaran yang tidak sesuai tupoksi, barulah akan dipangkas pada tahun ini. ''Semua akan disisir supaya anggaran lebih produktif,'' katanya.

Sumber : republika.co.id (Jakarta, 4 Agustus 2016)
Foto : republika.co.id




BERITA TERKAIT
 

Anggaran Belanja Terpangkas Rp 133 Triliun, Ini Kata Menko DarminAnggaran Belanja Terpangkas Rp 133 Triliun, Ini Kata Menko Darmin

Baru seminggu menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani langsung 'bersih-bersih' Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Total belanja Kementerian/Lembaga (K/L) serta transfer ke daerah dipotong sebesar Rp 133 triliun.selengkapnya

Penerimaan Pajak Minus Rp 219 T, ini Belanja Dipangkas Sri MulyaniPenerimaan Pajak Minus Rp 219 T, ini Belanja Dipangkas Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani memprediksi pendapatan pajak tahun 2016 tidak akan mencapai target seperti yang ditetapkan dalam APBN-P 2016. Pendapatan negara dari sektor pajak diperkirakan minus Rp 219 triliun, sehingga perlu penyesuaian atau pemangkasan belanja.selengkapnya

Belanja Proyek Prioritas dan Sosial Tak Kena Pemotongan AnggaranBelanja Proyek Prioritas dan Sosial Tak Kena Pemotongan Anggaran

Langkah pemerintah memangkas belanja untuk penghematan anggaran akan menyasar banyak pos. Belanja semua Kementerian dan Lembaga (K/L) bakal terkena pemangkasan. Namun, pemerintah berjanji tidak akan memotong belanja proyek prioritas dan anggaran bantuan sosial.selengkapnya

Pemasukan Berkurang, Pemerintah Pangkas Anggaran Untuk Sejumlah Kementerian dan LembagaPemasukan Berkurang, Pemerintah Pangkas Anggaran Untuk Sejumlah Kementerian dan Lembaga

Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto menganggap wajar adanya pemotongan anggaran di sejumlah Kementerian dan Lembaga. Dikatakannya, pemangkasan anggaran di Kementerian dan Lembaga harus dilakukan karena pemasukan negara melalui pajak tidak tercapai seperti yang ditargetkan pemerintah. "Jadi memang pemangkasan anggaran ini sudah tentunya harus dilaksanakan.selengkapnya

Belanja Negara Dipangkas Lagi Rp 133,8 TBelanja Negara Dipangkas Lagi Rp 133,8 T

Pemerintah kembali memangkas anggaran belanja mereka pada tahun anggaran 2016 ini. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Kantor Presiden, Rabu (3/8), pemerintah memutuskan memangkas anggaran sampai dengan Rp 133,8 triliun atau naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pemangkasan belanja tahap I beberapa waktu lalu yang hanya sekitar Rp 50 triliun.selengkapnya

Kejar Target Jokowi, Ini yang Akan Dilakukan Sri MulyaniKejar Target Jokowi, Ini yang Akan Dilakukan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan tiga tindakan untuk mengejar target-target Presiden Joko Widodo yang menurut dia cukup ambisius. Target yang dimaksudnya, penerimaan negara dan target penerimaan dari program pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Materi Sadar Pajak Masuk Universitas, Dosen Diberi Pelatihan KhususMateri Sadar Pajak Masuk Universitas, Dosen Diberi Pelatihan Khusus

Materi sadar pajak akan masuk ke kurikulum pendidikan tinggi. Materi tersebut bukan sebagai mata kuliah, melainkan disisipkan ke dalam mata kuliah wajib umum (MKWU).selengkapnya

Pungutan pajak orang kaya belum optimalPungutan pajak orang kaya belum optimal

Pemerintah mengakui kemampuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengoleksi penerimaan negara masih kurang optimal, terutama di kelompok terkaya. Penyebabnya tak lain karena skema tarif pajak penghasilan (PPh) di Indonesia masih terlalu sederhana dan belum mencerminkan asas keadilan. Padahal, PPh saat ini memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan pajak.selengkapnya

Pemerintah pantau terus penerimaan pajakPemerintah pantau terus penerimaan pajak

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2017 belum juga mencapai separuh target. Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, realisasinya hingga akhir bulan lalu hanya sebesar Rp 601,1 triliun atau 46,8% dari target dalam APBN-P 2017.selengkapnya

SMI: Optimistis target pajak 2017 tercapaiSMI: Optimistis target pajak 2017 tercapai

SMI masih optimis dengan penerimaan pajak 2017selengkapnya

DJP yakin penerimaan pajak semester II-2017 meningkatDJP yakin penerimaan pajak semester II-2017 meningkat

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meyakini penerimaan pajak akan meningkat pada semester II-2017, meski realisasi pendapatan dari sektor pajak hingga akhir Juli 2017 belum mencapai 50 persen.selengkapnya

BI: Inflasi Juli 2017 TerkendaliBI: Inflasi Juli 2017 Terkendali

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2017 tercatat sebesar 0,2 persen secara bulanan (mtm).selengkapnya

Sri Mulyani pastikan pemerintah terus bersiap terapkan AEOISri Mulyani pastikan pemerintah terus bersiap terapkan AEOI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan persiapan pemerintah menuju pelaksanaan pertukaran data keuangan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan dengan yuridiksi lain (AEOI) mulai 2018 terus dilakukan dalam berbagai tahapan.selengkapnya

Komisi XI setuju Perppu Pajak jadi UUKomisi XI setuju Perppu Pajak jadi UU

Komisi XI DPR menyetujui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan untuk dibawa dalam rapat paripurna dan disepakati menjadi Undang-Undang.selengkapnya

DPR tolak anggaran kajian pemindahan ibukota IndonesiaDPR tolak anggaran kajian pemindahan ibukota Indonesia

Komisi XI DPR menolak dana untuk kajian rencana pemindahan ibukota Indonesia yang diajukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar Rp7 miliar dalam pembahasan APBN-P 2017.selengkapnya

Presiden Jokowi minta RAPBN 2018 terfokusPresiden Jokowi minta RAPBN 2018 terfokus

Presiden Joko Widodo meminta agar penyusunan RAPBN 2018 terfokus pada sasaran-sasaran yang ingin dicapai pemerintah yaitu bidang infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.selengkapnya



 
TAGS # :