Amnesti Pajak Tak Mampu Kerek IHSG Dari Level 5.400, Ada Apa?

Sabtu 8 Okt 2016 09:48Admindibaca 344 kaliSemua Kategori

BISNIS 1006

Keberhasilan amnesti pajak digadang-gadang menjadi stimulus pendorong pergerakan Indeks harga saham gabungan. Faktanya, gerak IHSG harus bersusah payah bertahan di level psikologis 5.400.

Bagi analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, IHSG tidak sulit untuk menembus level psikologis. Yang terjadi hanyalah konsolidasi wajar menjelang tembusnya level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high.

"Wajar IHSG konsolidasi menjelang tembus all time high. Itu juga terjadi di Wall Street dan indeks-indeks lain di dunia," tuturnya saat berbincang dengan Bisnis.com.

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2016), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,6% ke level 5.377,15 seiring dengan pelemahan bursa regional. Namun, IHSG berhasil menguat 0,23% sebesar 12,34 poin dalam sepekan dari 5.364,80.

Dua pekan terakhir, IHSG terus berjuang untuk mempertahankan level psikologis 5.400 setelah ditinggalkan sejak 26 Agustus 2016. Pekan ini, IHSG menyentuh level tertinggi 5.472,32 dan penutupan akhir pekan menjadi level terendah 5.377,15.

Memang, bila diukur sepanjang tahun berjalan, IHSG masih menjadi bursa terkuat di antara pasar modal utama dunia dengan kenaikan 17,07%. Bursa Thailand yang sempat melesat, kini justru terkoreksi dengan penguatan 16,79% year-to-date.

Koreksi IHSG terjadi seiring dengan pelepasan investor asing di lantai bursa dengan capaian net sell Rp760,32 miliar pada akhir pekan. Sedangkan, aksi jual bersih investor asing dalam sepekan mencapai Rp557,84 miliar.

Aksi jual bersih investor asing pekan ini membuat capaian net buy sejak awal tahun menipis menjadi Rp33,89 triliun. Secara keseluruhan, transaksi investor asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp520,4 triliun.

William mencatat, capital inflow di pasar modal sejak 2013 masih positif dengan capaian lebih dari Rp50 triliun. Nilai itu belum termasuk capital inflow di pasar obligasi dan surat utang negara.

Saat IHSG nyaris menyentuh all time high, kata dia, pelaku pasar banyak melakukan pertimbangan, termasuk soal rasio harga saham terhadap laba bersih (price to earning ratio/PE). Saat ini, rerata PE IHSG mencapai 12,9 kali dengan kapitalisasi pasar Rp5.815 triliun.

Investor juga mempertimbangkan lonjakan harga komoditas, terutama minyak mentah, batu bara, dan emas, yang cukup menyita perhatian. Aliran dana investor kali ini diperkirakan banyak mengalir dari pasar modal ke bursa komoditas.

Sebagai investor, sambungnya, tentu bakal memilih investasi yang menguntungkan dengan tren kenaikan. Pelaku pasar akhirnya berbondong-bondong memasuki pasar komoditas seiring tren lonjakan itu.

Sebaliknya, penurunan IHSG dalam beberapa waktu terakhir dinilai belum didukung oleh capital outflow yang deras. Sehingga, William memerkirakan pelaku pasar di PT Bursa Efek Indonesia tengah melakukan rebalancing portofolio untuk aksi-aksi di akhir tahun.

Biasanya, akhir kuartal IV atau Desember, akan terjadi window dressing yang membuat lantai bursa berseri di zona hijau. Kinerja emiten pada kuartal III tahun ini diproyeksi banyak mewarnai aksi jual-beli saham pada Oktober-November.

Window dressing yang terjadi pada Desember diproyeksi dapat kembali berlangsung. Namun, investor sebaiknya memantau pergerakan market lain, seperti pasar komoditas, valuta asing, hingga bursa global.

Bila ditinjau dari kondisi ekonomi domestik, hampir seluruh data telah mendukung gerak IHSG. Cadangan devisa yang dirilis Bank Indonesia misalnya, menjadi kenaikan tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir.

Cadev Indonesia pada akhir September melonjak US,2 miliar mencapai US5,7 miliar. Lonjakan Cadev itu berasal dari penerimaan pajak, tebusan dalam tax amnesty, devisa minyak dan gas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan lelang surat berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

BI mencatat, Cadev itu cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadev tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjaga, sambungnya, menjadi alasan investor dalam memilih Indonesia sebagai negara layak investasi. Untuk itu, bersiap-siaplah IHSG akan menembus level all time high meskipun harus berkonsolidasi terlebih dahulu.

Setelah IHSG menembus angka tertinggi sepanjang masa, diperkirakan akan tercapai rekor-rekor baru seperti yang terjadi di Wall Street. Tembusnya sky the limit diproyeksikan bakal terus terjadi setelah pada tahun lalu menyentuh angka 5.523 pada April 2015.

Meski berpotensi menembus all time high, pelaku pasar sebaiknya mewaspadai sentimen global. Dalam jangka panjang, IHSG memang berada pada kondisi up trend sejak 2013.

BUTUH TAHAPAN

Hanya saja, kata dia, untuk menembus level all time high, dibutuhkan tahapan. Saat ini, lantai bursa tengah berkonsolidasi dengan kecenderungan koreksi wajar setelah terjadi reli yang cukup panjang.

Bayangkan saja, awal tahun ini, IHSG masih berada di level 4.000-an, dan sekarang lebih dari 5.300-an. Artinya, IHSG telah meningkat lebih dari 15% sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, keberhasilan pemerintah dalam program pengampunan pajak menjadi salah satu pendorong gerak IHSG sejak akhir Juni 2016. Tax amnesty menjadi pendorong tambahan yang menjadi sentimen positif lantai bursa.

Hingga Jumat (7/10/2016), nilai pernyataan harta yang disampaikan wajib pajak menembus Rp3.808 triliun. Repatriasi harta mencapai Rp142 triliun atau 14% dari target Rp1.000 triliun. Uang tebusan mencapai Rp97,3 triliun atau 58,9% dari target Rp165 triliun.

"Tax amnesty masih proses sampai 2017, tax amnesty menjadi salah satu faktor dari kebijakan ekonomi yang harus dipertanggungjawabkan pemerintah karena bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Sebenarnya, pekerjaan rumah (PR) menggenjot pertumbuhan ekonomi, katanya, bukan hanya keinginan pemerintah Indonesia. Hal itu menjadi PR bagi semua negara, termasuk China yang mengalami perlambatan ekonomi pada tahun ini.

Pada akhirnya, pelaku pasar disarankan untuk optimistis memandang pergerakan IHSG. Terlebih lagi bila memantau data-data dalam jangka panjang, IHSG benar-benar berada di dalam tren kenaikan.

Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah terlalu melejitnya harga minyak mentah dunia. Lonjakan itu perlu diwaspadai akan terjadi koreksi dan tentu bakal merugikan investor.

Analis PT Reliance Securities Tbk. Lanjar Nafi pada kesempatan berbeda menilai bursa saham Asia mayoritas terkoreksi pada akhir pekan. Koreksi terjadi menjelang rilis data payroll Amerika Serikat yang mungkin memperkuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed.

Prediksi itu dijadikan alasan bagi investor untuk melakukan profit taking pada akhir pekan. Faktor lainnya, kejatuhan pound sterling hingga 6,1% juga menekan bursa global dan regional.

"Pergerakan IHSG cenderung bearish sejak awal sesi. Indeks sektor komoditas seperti pertanian dan pertambangan naik di atas 1% seiring kenaikan harga-harga komoditas," kata dia.

Kenaikan harga komoditas menjelang akhir tahun itu membuat spekulasi investor terhadap kinerja emiten di sektor tersebut. Sementara, Indeks tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia terkoreksi ke level 110 dari 113,3 pada periode sebelumnya. 

Penurunan indeks kepercayaan konsumen itu menjadi sentimen negatif bagi pelaku pasar asing yang terus menjauh dari emerging market, dan Indonesia. Pelaku pasar asing melepas portofolio menyusul capital outflow bulan lalu yang cukup besar.

"Pekan depan, IHSG masih berpeluang melemah dengan tekanan terbatas dan range pergerakan 5.340-5.400," tuturnya.

Sumber : bisnis.com (Jakarta, 08 Oktober 2016)

Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

INDEKS BEI Sepekan: TAX AMNESTY Bikin IHSG ReboundINDEKS BEI Sepekan: TAX AMNESTY Bikin IHSG Rebound

Lonjakan realisasi amnesti pajak dalam dua hari terakhir berhasil membuat Indeks harga saham gabungan (IHSG) rebound setelah terus mengalami tekanan jual oleh investor asing.selengkapnya

Menkeu: 500 Investor Asing di Indonesia Ada yang Tak Bayar Pajak Selama 10 TahunMenkeu: 500 Investor Asing di Indonesia Ada yang Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, pihaknya akan mengejar investor atau penanam modal asing (PMA) yang mangkir dari kewajiban membayar pajak, bahkan hingga 10 tahun. "Kami akan mengejar PMA yang tidak bayar pajak sampai 10 tahun lebih, jumlahnya 500. Kalau di bawah 10 tahun kami masih memahami, mungkin masih belum mencapai BEP (breakeven point).selengkapnya

Pengampunan Pajak dan Cadangan Devisa Dorong IHSG MenguatPengampunan Pajak dan Cadangan Devisa Dorong IHSG Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (15/7), dibuka menguat sebesar 6,71 poin seiring dengan pergerakan bursa saham kawasan Asia yang bergerak di area positif. IHSG BEI dibuka naik 6,71 poin atau 0,13 persen menjadi 5.090,24. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,87 poin (0,36 persen) menjadi 874,09.selengkapnya

TAX AMNESTY: Rupiah Dan IHSG Bakal MelambungTAX AMNESTY: Rupiah Dan IHSG Bakal Melambung

Pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak diproyeksi bakal melambungkan nilai tukar rupiah dan Indeks harga saham gabungan lantaran konversi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.selengkapnya

KURS RUPIAH: Capai Level Tertinggi Dalam Tiga Pekan, Didorong UU Pengampunan PajakKURS RUPIAH: Capai Level Tertinggi Dalam Tiga Pekan, Didorong UU Pengampunan Pajak

Mata uang garuda menguat ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir setelah adanya pengesahan Undang-undang pengampunan Pajak kemarin (28/6/2016). Adanya beleid baru bertujuan meningkatkan pendapatan negara.selengkapnya

Analis: Efek tax reform ke IHSG jangka pendekAnalis: Efek tax reform ke IHSG jangka pendek

Baru-baru ini, Senat Amerika Serikat (AS) menyetujui RUU reformasi pajak yang dirancang Presiden AS Donald Trump. Disetujuinya reformasi pajak ini bertujuan untuk menurunkan tarif pajak baik untuk individu maupun korporasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Paket ke-13, Tarif PPh Final UMKM TurunPaket ke-13, Tarif PPh Final UMKM Turun

Meski sudah selusin, pemerintah berencana kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi ketiga belas. Dalam paket kebijakan ekonomi yang segera keluar ini, pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 1% omzet.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Pemerintah Pastikan Pajak e-Commerce Diterapkan Secara AdilPemerintah Pastikan Pajak e-Commerce Diterapkan Secara Adil

Pemerintah berjanji akan menerapkan aturan pajak berkeadilan bagi pelaku industri e-commerce demi menciptakan level playing field yang sama dengan kegiatan ekonomi konvensional. Aturan tersebut masih difinalkan di Ditjen Pajak, Ditjen Bea Cukai, dan Badan Kebijakan Fiskal.selengkapnya

Gubsu: 80 Persen Pemasukan Negara dari Pajak PengusahaGubsu: 80 Persen Pemasukan Negara dari Pajak Pengusaha

Gubernur Sumut HT Erry Nuradi mengatakan, Indonesia butuh banyak pengusaha. Karena saat ini, dari Rp2.200 triliun APBN (2018), sebanyak Rp1.600 triliun adalah sumbangan pajak yang yang berasal dari para pengusaha. Sehingga era lama yang sebelumnya mengandalkan hasil bumi dan minyak bumi, sekarang telah berbalik.selengkapnya

Revisi UU KUP Mencakup Perluasan Ketentuan Permintaan Informasi Terkait PerpajakanRevisi UU KUP Mencakup Perluasan Ketentuan Permintaan Informasi Terkait Perpajakan

Selain memperkuat mekanisme pemidanaan, rencana perubahan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) juga mencakup memperluas ketentuan permintaan informasi terkait perpajakan.selengkapnya

Ditjen Pajak Punya Sistem Canggih Identifikasi Transaksi OnlineDitjen Pajak Punya Sistem Canggih Identifikasi Transaksi Online

Selain melalui skema yang rencananya akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait dagang elektronik atau e-commerce, Ditjen Pajak mengaku memiliki sistem yang bisa mengidentifikasi dinamika industri digital.selengkapnya

Pemerintah tak akan turunkan PPh jika perang tarifPemerintah tak akan turunkan PPh jika perang tarif

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan tidak akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) korporasi jika tujuannya untuk perang tarif. Salah satu negara yang berencana memangkas tarif pajak korporasi adalah Amerika Serikat.selengkapnya

idEA Dukung Pajak Barang Tak Berwujud Buatan AsingidEA Dukung Pajak Barang Tak Berwujud Buatan Asing

Kementerian Keuangan sedang menggodok pungutan bea masuk barang tak berwujud (intangible goods) seiring dengan perkembangan e-commerce di Indonesia.selengkapnya

Konsep Pajak Menurut Abu Yusuf Dan Relevansinya Pada Masa SekarangKonsep Pajak Menurut Abu Yusuf Dan Relevansinya Pada Masa Sekarang

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang harus dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pajak telah ada sejak masa nabi Muhammad saw dan penerapannya masih terus berlanjut. Pada masa Abbasiyah, hadir seorang ulama bernama Abu Yusuf yang diminta untuk menulis sebuah buku komprehensif yang dapatselengkapnya

Barang tak berwujud diatur di PMK e-commerceBarang tak berwujud diatur di PMK e-commerce

Pemerintah ingin mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud (intangible goods) yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Barang tak berwujud ini misalnya, buku elektronik, software, dan lain-lain.selengkapnya

Bea masuk barang tak berwujud bidik pebisnisBea masuk barang tak berwujud bidik pebisnis

Pemerintah ingin mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud (intangible goods) yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Barang tak berwujud ini misalnya, buku elektronik, software, dan lain-lain.selengkapnya

DPR absen uji materi UU Pengadilan PajakDPR absen uji materi UU Pengadilan Pajak

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali absen dalam sidang uji materi Pasal 1 angka 12 dan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak (UU Pengadilan Pajak) di Mahkamah Konstitusi (MK).selengkapnya



 
TAGS # :