Akhir Tahun, Penjualan Bakal Kencang

Senin 29 Ags 2016 12:45Administratordibaca 131 kaliSemua Kategori

bisnis 156

Kalangan broker properti meyakini bahwa penjualan properti akan meningkat di sisa tahun ini meskipun realisasi dana repatriasi dan deklarasi untuk pengampunan pajak sejauh ini belum signifikan.

Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) Hartono Sarwono mengatakan, penjualan properti sudah menggeliat bahkan sejak pengampunan pajak diluncurkan dan peratur an investasi di sektor riil-nya belum terbit.


Menurutnya, pasar properti Indonesia sejatinya sangat ditentukan oleh kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional dan perbaikan sistem pemerintahan. Terlepas dari sukses tidaknya pengampunan pajak mendorong arus dana repatriasi, properti akan bergairah lagi bila kepercayaan masyarakat pulih.


“Properti ini masalah kepercayaan, bukan melulu soal realisasi dari kebijakan pemerintah karena sebenarnya di Indonesia uangnya banyak. Memang sekarang ekonomi belum banyak bergerak, realisasi tax amnesty juga begitu bagus, tetapi kepercayaan masyarakat bahwa ekonomi ini akan maju sekarang sudah terasa,” katanya kepada Bisnis, Jumat (26/8).


Adanya peningkatan kepercayaan tersebut nyata terasa dari peningkatan transaksi properti di pasar meskipun sektor menengah ke bawah masih terlihat mendominasi. Menurutnya, pasar saat ini lebih aktif dibandingkan dengan kondisi awal tahun.


Hartono menilai, pengampunan pajak tidak dapat diharapkan sebagai resep ajaib yang pasti sukses. Namun, upaya ini menjadi langkah pemerintah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.


Pemerintah tampaknya sadar bahwa masalah perpajakan di Indonesia dan berpindahnya harta masyarakat ke luar negeri bukanlah melulu karena kesalahan masyarakat, melainkan juga karena pemerintah selama ini tidak memberikan kepastian hukum dan kepercayaan pada masyarakat.


Sebenarnya berinvestasi di Indonesia lebih menguntungkan daripada di luar negeri. Namun, masyarakat memillih memindahkan harta mereka ke luar negeri atau bahkan tinggal di luar negeri semata karena rasa tidak aman dan nyaman di Indonesia.


Oleh karena itu, bila pemerintah dapat memulihkan kepercayaan publik, Hartono meyakini bahwa arus investasi masyarakat akan membaik secara otomatis tanpa harus dipaksakan atau diancam.


“Masyarakat bisnis itu menunggu tindakan nyata dari pemerintah, apa yang dilakukan pemerintah untuk keamanan berinvestasi dari segi peraturannya, jaminan penyelenggaraannya. Itu harus dibuktikan, tidak bisa dengan ancaman atau janji-janji,” katanya.

Menurutnya, pengusutan pajak yang berlebihan selama pelemahan ekonomi tahun lalu telah menyebabkan masyarakat ketakutan dan kehilangan kepercayaan untuk berinvestasi. Penjualan properti pun turun tajam. Pemerintah harus membayar kesalahan itu sehingga sangat wajar bila tarif tebusan pengampunan pajak sangat rendah.


“Itu rasional saja, bukan kita mau memanjakan pemilik uang yang menyelewengkan pajak, esensinya bukan di situ. Kita mau membangun suatu masa depan yang lebih baik, pemerintah berikan kepercayaan pada masyarakat dan sebaliknya juga,” katanya.


SANGAT MASIF

CEO PT Properti Maksima Indonesia atau Promex Indonesia (semula dikenal dengan Pro/Max) Sulihin Widjaja mengatakan, pergerakan developer saat ini sangat masif untuk promosi dan meluncurkan proyek baru.


Sebagai pemasar, pihaknya juga berupaya mengimbangi gairah tersebut. Promex pun menargetkan tahun depan pertumbuhan transaksi penjualan rumah dapat mencapai 30% hingga 35% dari capaian tahun ini. Adapun tahun ini, Promex menargetkan transaksi Rp600 miliar, tumbuh 15%–20% dari tahun lalu.


Meskipun pada semester pertama lalu realisasi transaksi baru mencapai 30% dari target, Sulihin optimistis, target tercapai di sisa tahun ini. Menurutnya, pengampunan pajak telah mulai membangkitkan antusiasme pasar dan melunturkan sikap menunggu dan melihat selama ini.


“Dari bulan ini sudah mulai terasa sekali, banyak yang cari, cari, dan cari, padahal kemarin slow. Kami mengonsep pertumbuh an itu karena juga melihat dana tax amnesty ini rasanya akan besar sekali,” katanya di sela-sela acara Mid Year Award Promex, Jumat (26/8).


Sulihin mengatakan, meskipun selama ini penjualan properti segmen menengah-atas sering di beritakan masih melemah, sebenarnya penjualan segmen tersebut di pasar sekunder justru masih sangat tinggi. Namun, di pasar primer segmen hunian di bawah Rp500 juta per unit memang lebih laris.


Menurutnya, setidaknya mulai tahun depan penjualan segmen menengah atas di pasar primer akan turut membaik, sedangkan di segmen menengah bawah masih tetap kencang terutama karena ditopang subsidi pemerintah. Lagipula, sejumlah besar pengembang mulai banyak bergerak memasuki pasar dengan promosi.

Sumber : bisnis.com (Jakarta, 29 Agustus 2016)
Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

Pemerintah Harus Jaga Kepercayaan Masyarakat dari Amnesti PajakPemerintah Harus Jaga Kepercayaan Masyarakat dari Amnesti Pajak

Direktur Eksekutif Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, keberhasilan amnesti pajak menjadi momentum pemerintah untuk menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa pemerintah serius mereformasi sektor perpajakan. Pemerintah, kata dia, harus berjuang menjaga kepercayaan yang sudah diberikan dengan menjalankan UU Amnesti Pajak secara maksimal.selengkapnya

UU PENGAMPUNAN PAJAK: Harta Di Dalam Negeri Dan Repatriasi Wajib Dikunci 3 TahunUU PENGAMPUNAN PAJAK: Harta Di Dalam Negeri Dan Repatriasi Wajib Dikunci 3 Tahun

Harta di dalam negeri yang dideklarasikan maupun harta dari luar negeri yang direpatriasikan wajib berada di Tanah Air minimal selama 3 tahun. Menurut pasal 9 Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak, perhitungan masa tiga tahun untuk harta yang berada dan/atau ditempatkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak diterbitkannya surat keterangan.selengkapnya

PEMBANGUNAN PASAR KLEWER : Ini Syarat Pemkot Kepada Pedagang Pasar Klewer untuk Tempati Kios dan LosPEMBANGUNAN PASAR KLEWER : Ini Syarat Pemkot Kepada Pedagang Pasar Klewer untuk Tempati Kios dan Los

Pemkot Solo akan mensyaratkan bagi seluruh pedagang Pasar Klewer memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta melunasi pajak.selengkapnya

Tax Amnesty Bisa Berpengaruh Besar ke Penjualan PropertiTax Amnesty Bisa Berpengaruh Besar ke Penjualan Properti

PT Metropolitan Land Tbk (MLTA) tahun ini mematok target penjualan sebesar Rp1,3 triliun. Meskipun penjualan properti masih terasa lesu, perseroan yakin target tersebut bisa tercapai. Presiden Direktur Thomas J Angfendy megatakan, ada beberapa kebijakan yang diyakini bisa mendorong kinerja perseroan, seperti pelonggaran Loan to Value (LTV) dan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI).selengkapnya

Tax Amnesty Bikin Perusahaan Properti `Pede` Capai Target PenjualanTax Amnesty Bikin Perusahaan Properti `Pede` Capai Target Penjualan

Kondisi bisnis properti sepanjang 2016 dinilai membaik. Sinarmas Land, salah satu pengembang properti di Indonesia, optimistis bisa mencapai target penjualan sebesar Rp3 triliun hingga akhir tahun.selengkapnya

Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015Pajak yang Hendak Dihilangkan PT EK Prima Ekspor Indonesia Adalah PPn dan Bunga Tahun 2014-2015

PT EK Prima Ekspor Indonesia memiliki surat tagihan pajak Rp 78 miliar.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Ini Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT PajakIni Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengingatkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Tahunan 2016 hingga batas waktu 31 Maret untuk Orang Pribadi (OP) dan Badan Usaha 30 April. Jika terlambat akan ada denda yang dikenakan.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Penerimaan pajak dan cukai kian menjauhPenerimaan pajak dan cukai kian menjauh

Target penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) tahun ini sulit tercapai. Pasalnya, hingga akhir November 2016, penerimaan perpajakan baru mencapai Rp 1.098,5 triliun.selengkapnya

Kepatuhan Pajak Rendah, Sri Mulyani: Republik Ini Seadanya SajaKepatuhan Pajak Rendah, Sri Mulyani: Republik Ini Seadanya Saja

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara sosialisasi tax amnesty di Kompleks Istana Negara sempat menyinggung mengenai rendahnya pelaporan SPT dari sektor migas dan pertambangan. Dari catatan Kementerian Keuangan, tercatat pelaporan SPT masih kurang dari 50%.selengkapnya

Penerimaan Minim, Sri Mulyani: Kemana Saja Ditjen Pajak?Penerimaan Minim, Sri Mulyani: Kemana Saja Ditjen Pajak?

Direktorat Jenderal Pajak selama ini dianggap belum bekerja secara maksimal untuk meningkatkan penerimaan negara. Banyak penunggak pajak yang selama ini lolos dan berdampak pada tidak tercapainya target penerimaan negara.selengkapnya

Setoran Duit Tebusan Mendekati TargetSetoran Duit Tebusan Mendekati Target

Dari laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, besarnya uang tebusan yang masuk berdasarkan surat setoran pajak (SSP) dan surat pernyataan harta (SPH), masing-masing Rp 100 triliun dan Rp 95,6 triliun.selengkapnya

Sri Mulyani: Produktivitas SDM Rendah, Upahnya KemahalanSri Mulyani: Produktivitas SDM Rendah, Upahnya Kemahalan

Perekonomian Indonesia rentan terhadap gejolak dan perlambatan ekonomi global. Demi mendukung ekonomi yang punya daya tahan kuat, dibutuhkan produktivitas dan daya saing. Persoalannya, produktivitas sumber daya manusia (SDM) masih rendah namun upahnya kemahalan.selengkapnya

Ada Rapat dengan Presiden, Menteri Susi Gagal MudikAda Rapat dengan Presiden, Menteri Susi Gagal Mudik

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti harus rela memundurkan jadwal mudik ke kampung halamannya di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), dari seharusnya sore ini (9/12/2016) menjadi besok pagi. Alasannya, Menteri Susi harus menghadiri rapat terbatas soal program pengampunan pajak (tax amnesty) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara hari ini.selengkapnya

Tak Ragu Kejar WP KakapTak Ragu Kejar WP Kakap

Pemerintah tidak ragu mengejar wajib pajak besar yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak. Para wajib pajak kelas kakap atau prominen yang belum mengikuti tax amnesty diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebe lum berakhir pada Maret 2017.selengkapnya

WP tak Ikut Amnesti Pajak, Siap-siap Kena SanksiWP tak Ikut Amnesti Pajak, Siap-siap Kena Sanksi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, peserta program amnesti (pengampunan) pajak masih sangat rendah. Hanya 2,5% dari total 20 juta Wajib Pajak (WP) di Indonesia.selengkapnya

Presiden Tunaikan Shalat Jumat Bersama Masyarakat BireuenPresiden Tunaikan Shalat Jumat Bersama Masyarakat Bireuen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan shalat Jumat bersama masyarakat Bireuen sebagai wilayah yang terdampak gempa bumi 6,5 skala Richter pada Rabu (9/12) pagi. Presiden Jokowi menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Besar Samalanga, Jalan Mesjid Kecamatan Samalanga Bireuen, Aceh, Jumat (9/12).selengkapnya

Presiden undang wajib pajak besar ke IstanaPresiden undang wajib pajak besar ke Istana

Presiden Joko Widodo mengundang sekitar 500 wajib pajak besar (Prominent) untuk kembali diajak mengikuti program "tax amnesty".selengkapnya



 
TAGS # :