PERBAIKAN ADMINISTRASI PAJAK - Dunia Belum Runtuh

Kamis 29 Sep 2016 14:11Administratordibaca 62 kaliSemua Kategori

bisnis 185

Jarum jam menunjukkan pukul 19.15 WIB. Dari luar salah satu ruangan di lantai dua kantor pusat Ditjen Pajak, Selasa (27/9), masih terdengar sayup-sayup panggilan nomor antrean peserta amnesti pajak lewat pengeras suara.

Tiga hari menjelang penutupan periode pertama kebijakan pengampunan pajak, wajib pajak (WP) berbondong-bondong menyampaikan surat pernyataan harta (SPH). Alasannya sederhana, mereka ingin menikmati tarif uang tebusan terendah.


Mepet deadline, mungkin memang kebiasaan masyarakat Indonesia yang satu ini masih susah hilang.


Ini sangat terlihat, dan memang sudah diprediksi dari awal, dari membeludaknya partisipasi WP beberapa hari menjelang 30 September 2016.


Pengusaha-pengusaha besar pun demikian. Dengan alasan minimnya waktu sosialisasi dan masih butuh waktu berhitungnya aset yang dimiliki, mereka pun berkompromi. Presiden Joko Widodo pun merestui adanya perpanjangan tenggat penyampaian kelengkapan administrasi untuk mendapat tarif terendah.


“Ah, lega…” celetuk seorang perempuan setelah menyampaikan SPH dan berpapasan dengan Bisnis di elevator malam itu.


Tidak mengherankan, mungkin kata lega yang menjadi bagian dari slogan tax amnesty “ungkap, tebus, lega” bukan hanya untuk menggambarkan sudah selesainya masalah administrasi pajak WP, tetapi juga menggambarkan respons selesainya mengantre dan menunggu berjam-jam.


Dari hasil pengamatan Bisnis, mayoritas pegawai DJP pun dikerahkan untuk melayani kebijakan yang disebut-sebut menjadi langkah awal reformasi perpajakan Indonesia ini. Berbagai langkah mitigasi mulai dari penambahan loket dan waktu pelayanan pun dilakukan. Lembur.


Kendati masih jauh dari target Rp165 triliun, realisasi uang tebusan hingga Selasa (27/9) – saat pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ramai-ramai ‘turun gunung’ – berdasarkan surat setoran pajak (SSP) mencapai Rp69,87 triliun. Dua hari pertama pekan ini menyumbang Rp18,23 triliun, hampir mendekati capaian satu pekan lalu Rp25,14 triliun.


Kemarin, Rabu (28/9), Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Grogol Petamburan Jakarta Barat dan KPP Madya Jakarta Pusat. Seperti diketahui, mulai pekan lalu DJP mengaktifkan KPP di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Khusus, KPP di lingkungan Kanwil DJP WP Besar, dan KPP Madya di lingkungan Kanwil DJP Jakarta sebagai tempat tertentu penerima SPH.


Namun, saat Bisnis sudah sampai di KPP Madya Jakarta Pusat pukul 10.15 WIB, Presiden Jokowi beserta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi sudah meninggalkan lokasi.


Namun, hasil penuturan Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Presiden memberikan apresiasi atas kinerja para petugas. Apalagi, di KPP Grogol Petamburan ada antrean hingga 700 orang pagi itu.


“Kalau dilihat tadi enggak ada ini ya, mudah-mudahan beliau puas dengan pelayanan pajak, memang ada kelemahan-kelemahan karena begitu membeludaknya. Di Grogol itu sudah 90% dikerahkan,” jelasnya.


Dari pantauan di Kantor Pusat DJP kemarin siang, ratusan peserta tax amnesty masih mengantre. Hestu memproyeksi lonjakan penyampaian SPH akan terjadi Jumat ini, bertepatan dengan penutupan periode pertama.


MEREKAM

Antusias WP mengikuti periode pertama tax amnesty ini cukup diapresiasi. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kebijakan ini masih berlaku sampai 31 Maret 2017. Sehingga, WP masih memiliki waktu untuk menyatakan keikutsertaan tax amnesty.


“Saya sampaikan terutama Kadin, kayaknya sesudah September dunia akan runtuh, enggak juga. Apalagi WP bisa menyampaikan SPH sebanyak 3 kali,” katanya.


Apalagi, tarif tebusan beserta kenaikannya tiap periode masih relatif rendah. Mulai 1 Oktober 2016, tarif uang tebusan deklarasi dalam negeri dan repatriasi menjadi 3% dari saat ini 2%. Tarif uang tebusan deklarasi luar negeri naik dari 4% menjadi 6%. Sementara, untuk UMKM masih flat sebesar 0,5% - penyampaian harta sampai Rp10 miliar – dan 2% -pengungkapan harta lebih dari Rp10 miliar.


Menurut pengalaman penerapan kebijakan pengampunan pajak di beberapa negara lain, tarif uang tebusan yang lebih rendah – bahkan sangat jauh – dari tarif pajak normalnya sangat langka. Biasanya, sambung dia, hanya menghapuskan sanksi administrasi seperti sunset policy.


Implementasi kebijakan pengampunan pajak Indonesia memang didesain untuk merekam perekonomian Indonesia lewat pernyataan kepemilikan harta, tidak semata untuk penerimaan pajak jangka pendek.


Perekaman ekonomi yang jauh lebih akurat akan berpengaruh positif terhadap kegiatan berusaha di Tanah Air karena mempunyai estimasi yang lebih baik mengenai ekonomi Indonesia. Bagi pemerintah, data ini akan menjadi dasar penentuan kebijakan. “Bukan saya kejar-kejar,” katanya.


Pihaknya menghargai langkah para WP, terutama pengusaha untuk mengikuti tax amnesty.Pasalnya, ini menjadi momentum membangun dan memelihara tradisi kepatuhan pajak. Pihaknya juga berkomitmen untuk memperbaiki instansi DJP, baik dari sisi administrasi dan integritas.


Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menilai secara umum kebijakan ini sudah memberikan kesadaran baru dan budaya pajak yang bagus. Hal ini bisa menjadi modal yang kuat bagi negara di masa mendatang.


Namun, lanjutnya, ada dua catatan yang perlu diperhatikan pemerintah yakni minimnya harta repatriasi dan pelayanan terkait tax amnesty. Masih minimnya repatriasi, menurut dia, kemungkinan besar karena trust.


“Waktu yang sempit ini harus disikapi dengan cepat memberi kepastian di lapangan.”

Sumber : bisnis.com (29 September 2016)
Foto : bisnis.com




BERITA TERKAIT
 

Pemerintah dan DPR Masih Alot Bahas Tarif dan Periode Tax AmnestyPemerintah dan DPR Masih Alot Bahas Tarif dan Periode Tax Amnesty

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak masih alot. Misalnya terkait skema hingga tarif tebusan kebijakan tax amnesty ini masih diperdebatkan DPR dengan perwakilan pemerintah, dan belum menemui titik kesepakatan. Bahkan, memasuki pekan kedua Juni ini, Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Supriyatno mengatakan beberapa hal teknis masih dibahas. Pemerintah, kata dia, mengajukanselengkapnya

Pencapaian Tax Amnesty Masih Jauh dari Data Harta WP di Luar NegeriPencapaian Tax Amnesty Masih Jauh dari Data Harta WP di Luar Negeri

Direktur Jendral Pajak, Ken Dwijugeasteadi mengungkapkan pencapaian program Tax Amnesty atau pengampunan pajak periode I masih jauh dari harapan pemerintah. Menurutnya, hasil yang dicapai masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan.selengkapnya

Ini Proyek Yang Ditawarkan dari Uang Tax AmnestyIni Proyek Yang Ditawarkan dari Uang Tax Amnesty

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap menawarkan sejumlah proyek infrastruktur kepada para pemilik modal yang ikut pengampunan pajak. Pasalnya,kebijakan ini diperkirakan mampu menarik dana sekitar Rp 1.000 triliun dari repatriasi aset Warga Negara Indonesia (WNI) yang selama ini bersarang di luar negeri, terutama negara-negara surga pajak.selengkapnya

Kenaikan Tarif Administrasi STNK dan BPKB, Ini Janji PolriKenaikan Tarif Administrasi STNK dan BPKB, Ini Janji Polri

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memberlakukan kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada biaya administrasi kepengurusan STNK dan BPKB pada 6 Januari 2017 lalu. Padahal, sejumlah pihak menolak dan keberatan atas kebijakan tersebut.selengkapnya

Masih Ada Potensi Uang Tebusan Tax Amnesty dari PerusahaanMasih Ada Potensi Uang Tebusan Tax Amnesty dari Perusahaan

Pengusaha menyebut masih ada potensi tambahan uang tebusan dalam program pengampunan pajak (tax amnesty) di penghujung tahun ini. Tambahan ini akan didapat dari perusahaan yang sudah ikut program ini, tapi belum mengungkap semua hartanya.selengkapnya

Membludak, Nomor Antrean di Gedung Kantor Pajak Madya Jakarta, Sempat Distop Satu JamMembludak, Nomor Antrean di Gedung Kantor Pajak Madya Jakarta, Sempat Distop Satu Jam

Pemberian nomor antrean wajib pajak yang akan ikut program Tax Amnesty Tahap I di Gedung Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta, sempat ditutup selama 1 jam.selengkapnya

BERITA TERPOPULER


Istri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini CaranyaIstri Ingin Gabung NPWP Suami, Begini Caranya

Pasangan suami-istri bisa memilih menjadi satu kesatuan dalam kewajiban pajak atau sebagai satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bila sebelumnya istri sudah memiliki NPWP, maka harus dihapuskan dan dialihkan ke suami. Bagaimana caranya?selengkapnya

Ikut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas PajakIkut Tax Amnesty, Balik Nama Aset Tanah dan Saham Bebas Pajak

Selain lolos dari sanksi pidana pajak, Wajib Pajak (WP) peserta Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) oleh pemerintah. Insentif ini dapat diperoleh jika pemohon melakukan balik nama atas harta berupa saham dan harta tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.selengkapnya

Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?Pilih Ikut Tax Amnesty atau Pembetulan SPT?

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, program pengampunan pajak (tax amnesty) bukan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP). WP berhak untuk memilih pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dengan aturan main yang berbeda, salah satunya mengenai pengusutan nilai wajar harta.selengkapnya

Ini Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax AmnestyIni Sanksi Bagi yang Tak Laporkan Harta saat Ikut Tax Amnesty

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyiapkan sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta dan asetnya secara benar saat mendaftarkan diri dalam pengampunan pajak (tax amnesty).selengkapnya

Ini Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT PajakIni Denda bagi yang Terlambat Lapor SPT Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengingatkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) Tahunan 2016 hingga batas waktu 31 Maret untuk Orang Pribadi (OP) dan Badan Usaha 30 April. Jika terlambat akan ada denda yang dikenakan.selengkapnya



KATEGORI BERITA :




BERITA TERBARU :


Disambangi Shinzo Abe, Jokowi Soroti Perjanjian Pajak BergandaDisambangi Shinzo Abe, Jokowi Soroti Perjanjian Pajak Berganda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah usai melakukan pertemuan bilateral. Saat ini, Jokowi melanjutkan pertemuan dengan jamuan makan malam bagi tamu dari Jepang.selengkapnya

Analis Bursa Bahas Aliran Dana Repatriasi ke Pasar ModalAnalis Bursa Bahas Aliran Dana Repatriasi ke Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana repatriasi hasil program amnesti pajak yang masuk ke pasar modal telah mencapai Rp2,5 triliun.selengkapnya

Serdadu Buru Pajak, Ini Penjelasan Menkeu MulyaniSerdadu Buru Pajak, Ini Penjelasan Menkeu Mulyani

Agar penerimaan pajak bisa optimal, Kementerian Keuangan minta bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ujung-ujungnya untuk menyelamatkan APBN 2017.selengkapnya

Trump Jadi Sentimen Negatif Bagi Dolar ASTrump Jadi Sentimen Negatif Bagi Dolar AS

Kurs dolar AS terus melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis (12/1/2017), setelah konferensi pers Trump gagal memberikan katalis segar.selengkapnya

Realisasi Penerimaan Pajak Bapenda Wilayah Soreang Capai Rp 601,9 miliarRealisasi Penerimaan Pajak Bapenda Wilayah Soreang Capai Rp 601,9 miliar

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Cabang Pelayanan Pendapatan Provinsi Wilayah Bandung II Soreang mengungkapkan realisasi penerimaan pajak dari lima sektor pajak sepanjang 2016 telah mencapai Rp 601,9 miliar. Raihan tersebut melebihi target yang sudah ditetapkan pada awal tahun sekitar Rp 582 miliar.selengkapnya

Pajak mencari jalan akses data perbankanPajak mencari jalan akses data perbankan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak berupaya mempermudah mekanisme akses data perbankan. Walau masih belum bisa menembus akses data perbankan secara langsung karena dilindungi Undang-Undang (UU) Perbankan, otoritas pajak akan membuat sistem khusus yang membuat permintaan data perbankan lebih mudah.selengkapnya

Minim Peminat, Dana Repatriasi ke Pasar Modal Baru Rp 2,5 TriliunMinim Peminat, Dana Repatriasi ke Pasar Modal Baru Rp 2,5 Triliun

Kebanyakan dana repatriasi yang masuk ke pasar modal diinvestasikan dalam saham dan sisanya dalam reksadana pendapatan tetap (RDPT) serta surat utang korporasi.selengkapnya

Terkait Konflik Pajak Air, Luhut akan Panggil Inalum dan Pemprov SumutTerkait Konflik Pajak Air, Luhut akan Panggil Inalum dan Pemprov Sumut

Konflik pajak air permukaan (PAP) antara PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum Persero) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) semakin mengerucut. Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara.selengkapnya

Ujian Ekonomi Jokowi dari Gedung PutihUjian Ekonomi Jokowi dari Gedung Putih

Pengusaha kasino, Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pada 20 Januari 2017. Kini, seluruh dunia menantikan kebijakan serta wajah menteri ekonominya.selengkapnya

Lempar Tanggung Jawab Kenaikan Tarif Surat Kendaraan, INDEF: Batalkan SajaLempar Tanggung Jawab Kenaikan Tarif Surat Kendaraan, INDEF: Batalkan Saja

Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016 dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017 lalu itu masih menjadi pembahasan hangat di masyarakat.selengkapnya



 
TAGS # :