Contoh Penghitungan PPh 25

Rabu 2 Des 2015 13:09Administratordibaca 2183 kaliPenghitungan Pajak

Penghitungan PPh Final dan Angsuran PPh Pasal 25 Orang Pribadi

 

Anto status kawin dengan 2 tanggungan sebagai pengusaha jasa konstruksi  dan memiliki toko bangunan dengan omset penjualan selama tahun 2013 sebesar Rp 3.500.000.000 memperoleh jasa pelaksanaan konstruksi sebesar Rp 900.000.000 disamping itu juga memperoleh jasa konsultasi sebesar Rp 500.000.000 total penghasilan yang diterima selama tahun 2013 sebesar Rp 4.900.000.000

 

Kewajiban pembayaran PPh Anto di tahun 2014 adalah sebagai berikut :

PPh sebesar 1% bersifat final dari peredaran bruto usaha toko bangunan untuk setiap bulannya.

PPh dari jasa konstruksi dikenakan PPh bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah tersendiri

Angsuran PPh Pasal 25 Januari s.d. Desember dihitung dari penghasilan jasa konsultasi tahun 2013 setelah dikurangi biaya-biaya dan PTKP serta kredit pajak yang telah dipotong pihak lain misalkan Rp 21.000.000 dengan perhitungan sebagai berikut

 

Penghasilan bruto jasa konsultasi

Rp

 500.000.000

Biaya kegiatan jasa konsultasi

Rp

 155.000.000

Penghasilan netto jasa konsultasi (Rp 500.000.000 - Rp 155.000.000)

Rp

 345.000.000

PTKP (K/2)

Rp

 45.000.000

Penghasilan Kena Pajak (Rp 345.000.000 - Rp 45.000.000)

Rp

 300.000.000

PPh terutang jasa konsultasi

Rp

 45.000.000

Pajak yang dipotong/dipungut pihak lain

Rp

 21.000.000

PPh dibayar sendiri

Rp

 24.000.000

Angsuran PPh Pasal 25 jasa konsultasi

 

   ( Rp 24.000.000 / 12 bulan )

Rp

 2.000.000

 

  

Penghitungan PPh Final dan Angsuran PPh Pasal 25 Wajib Pajak Badan

 

Pada Tahun Pajak 2014 PT. Huru Hara dikenai PPh yang bersifat final. Berdasarkan pembukuan yang dilakukan di akhir tahun 2014 diketahui bahwa peredaran bruto PT. Huru Hara berjumlah Rp 5.000.000.000 (lima milyar rupiah). Dengan demikian pada Tahun Pajak 2015 dikenai PPh berdasarkan tarif umum Undang-undang Pajak Penghasilan.

Contoh : Pada bulan Januari 2015 PT. Huru Hara memperoleh penghasilan sebesar Rp 200.000.000, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 150.000.000 dan PPh yang dipotong/dipungut pihak lain sebesar Rp 51.000.000.

Perhitungan angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2015 adalah sebagai berikut :

 

Penghasilan bruto sebulan

Rp

 200.000.000

Biaya-biaya

Rp

 150.000.000

Penghasilan neto sebulan

Rp

 50.000.000

Penghasilan neto disetahunkan

Rp

 600.000.000

PPh terutang ( 12,5% x Rp 600.000.000)

Rp

 75.000.000

PPh yang dipotong/dipungut pihak lain

Rp

 51.000.000

 PPh dibayar sendiri

Rp

 24.000.000

Angsuran PPh Pasal 25 (Rp 24.000.000 / 12 bulan)

Rp

 2.000.000

 

  

Penghitungan PPh Pasal 25 terkait PP Nomor 46 Tahun 2013

PT Indah Cinta memenuhi kriteria WP yang dikenai PPh yang bersifat final sesuai PP ini.

Pada bulan Agustus 2013 memperoleh penghasilan dari usaha penjualan sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Pajak Penghasilan (PPh) yang bersifat final yang terutang untuk bulan Agustus 2013 dihitung sebagai berikut:

PPh final         = 1% x Rp 50.000.000,00

                        = Rp 500.000,00

Kewajiban PT Indah Cinta atas Kegiatan bulan Agustus 2013 yaitu menyetor PPh yang bersifat final sebesar Rp 500.000,00 ke kantor pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan SSP atau sarana administrasi lain yang dipersamakan paling lambat tanggal 16 September 2013.

Apabila SSP tersebut telah mendapat validasi dengan NTPN, PT Indah Cinta dianggap telah melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) Agustus 2013.




ARTIKEL TERKAIT
 

Barang dan Jasa yang Tidak Dikenai PPN

JENIS BARANG DAN JASA YANG TIDAK DIKENAI PPNselengkapnya

PMK -90/PMK.03/2015 tentang PPh Pasal 22 atas Barang yang Tergolong Mewah

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PMK -90/PMK.03/2015selengkapnya



ARTIKEL TERPOPULER


SPT Masa PPh Pasal 23/26

SPT Masa PPh Pasal 23/26 Dasar Hukum : PER 53/PJ/2009 Berlaku : Nopember 2009selengkapnya

SPT Masa PPh Pasal 21/26

SPT Masa PPh 21/26 Tahun Pajak 2014 Dasar Hukum : PER 14/PJ/2013 Berlaku : 1 Januari 2014selengkapnya

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 07/PJ/2016

DOKUMEN DAN PEDOMAN TEKNIS PENGISIAN DOKUMEN DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGAMPUNAN PAJAKselengkapnya

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan PajakPerhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Tata Cara Penyampaian Surat PernyataanTata Cara Penyampaian Surat Pernyataan

Tata Cara Penyampaian Surat Pernyataan untuk memperoleh Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya



ARTIKEL ARSIP




ARTIKEL TERBARU :


Jangan Tertinggal Tax Amnesty di IndonesiaJangan Tertinggal  Tax Amnesty di Indonesia

Belum tau amnesti pajak / Pengampunan pajak ? mari kita pelajari bersama mengenai momentum yang luar biasa ini. Tax Amnesty di Indonesia ini menjadi moment yang besar karena efeknya langsung bisa terasa dan terlihat jelas pada tebusan yang sudah tercapai.selengkapnya

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 06/PJ/2016

PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-38/PJ/2009 TENTANG BENTUK FORMULIR SURAT SETORAN PAJAKselengkapnya

Bayar Pajak Dengan e-Billing Mudah dan PraktisBayar Pajak Dengan e-Billing Mudah dan Praktis

Pada 1 Juli 2016 ini, sistem penerimaan negara secara resmi menggunakan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G2). Sistem ini merubah pola pembayaran dari sistem manual ke billing system melalui layanan online.selengkapnya

Menghadang Efek Samping Tax AmnestyMenghadang Efek Samping Tax Amnesty

Meski mendapat sorotan karena dianggap terlalu luasnya objek pengampunan pajak, tarif tebusan yang terlampau murah, mau pun potensi pencucian uang, UU Tax Amnesty akhirnya diteken Presiden Joko Widodo pada 1 Juli 2016.selengkapnya

Sekilas Pengampunan PajakSekilas Pengampunan Pajak

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak.selengkapnya

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan PajakPerhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Tata Cara Penyampaian Surat PernyataanTata Cara Penyampaian Surat Pernyataan

Tata Cara Penyampaian Surat Pernyataan untuk memperoleh Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Manfaat Pengampunan PajakManfaat Pengampunan Pajak

Manfaat Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Formulir Pengampunan PajakFormulir Pengampunan Pajak

Formulir Pengampunan Pajakselengkapnya

Petunjuk Pengisian Formulir Pengampunan PajakPetunjuk Pengisian Formulir Pengampunan Pajak

Petunjuk Pengisian Surat Pernyataan Harta (Formulir Pengampunan Pajak)selengkapnya



KATEGORI ARTIKEL :


TAGS # :