TAJUK BISNIS INDONESIA: Menyukseskan Amnesti Pajak

Senin 18 Jul 2016 19:55Administratordibaca 589 kaliArtikel Pajak

bisnis 003

Hari ini program pengampunan pajak dijadwalkan mulai berlaku secara efektif. Di tengah keraguan banyak pihak, pemerintah yakin bahwa program pengampunan pajak alias tax amnesty itu bakal menuai sukses.

Berdasarkan Undang-undang Pengampunan Pajak yang telah disetujui parlemen, program tax amnesty itu berlaku hingga 31 Maret 2017 mendatang. Intinya, melalui ketentuan undang-undang itu, wajib pajak yang selama ini menyembunyikan harta kekayaannya untuk menghindar kewajiban perpajakan diampuni kesalahannya. Mereka tidak akan diperiksa rekam jejak perpajakannya hingga 2015, dan akan dilindungi kerahasiaan data perpajakan yang dimiliki.


Syaratnya, tidak terlibat tindak pidana umum dan tindak korupsi. Syaratnya pula, mengungkapkan harta kekayaan yang selama ini tidak dilaporkan dengan membayar uang tebusan sesuai tarif yang diatur dalam undang-undang itu.


Terdapat tiga skenario tax amnesty, yakni melalui skema repatriasi dana luar negeri ke Indonesia, deklarasi luar negeri (mengungkapkan kekayaan di luar negeri), dan deklarasi dalam negeri (mengungkapkan harta kekayaan atau aset di dalam negeri).


Tentu, masing-masing dengan tarif tebusan berbeda, yang dianggap memberikan insentif bagi para pemilik dana baik di luar negeri maupun dalam negeri untuk mengikuti amnesti pajak.


Tarif yang berlaku juga dibedakan untuk pelaksanaan amnesti dalam tiga kurun waktu, yakni hingga akhir September dan akhir Desember tahun ini, serta akhir Maret 2017. Tarif berkisar dari 2% hingga 10%. Pemerintah berkeyakinan bahwa program tax amnesty ini akan berhasil karena didukung automatic exchange of information atau kewajiban keterbukaan data keuangan secara yang berlaku secara internasional pada 2018 mendatang.

Dengan itu, semua negara akan terpaksa membuka data keuangan dan perbankan, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan aset keuangan. Diharapkan melalui program yang berdurasi 9 bulan itu akan diperoleh pendapatan dari uang tebusan Rp165 triliun, dana repatriasi sedikitnya Rp1.000 triliun, dan deklarasi setidaknya Rp4.000 triliun.


Para pengusaha yang semula skeptis dan meragukan program amnesti pajak tersebut belakangan ini juga mulai yakin bahwa tax amnesty akan berhasil. Ini karena adanya anggapan awal bahwa amnesti pajak hanya menyangkut repatriasi dana dari luar negeri.


Padahal, potensi yang besar justru dari deklarasi baik dari luar negeri dan terlebih dari dalam negeri sendiri. Harian ini juga berkeyakinan, amnesti pajak akan berhasil apabila pemerintah mampu membangun trust kepada para pengusaha, baik usaha besar maupun usaha kecil dan menengah serta wajib pajak individu, bahwa program amnesti pajak ini akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang.


Selain jaminan kerahasiaan data, juga benefit ekonomi dan finansial yang akan diperoleh dalam jangka panjang, untuk menjadi wajib pajak yang patuh melalui program amnesti pajak. Intinya, perlu keyakinan yang kuat bahwa menaruh uang di Indonesia, dan menjadi wajib pajak yang patuh, akan memperoleh benefit finansial yang lebih baik di masa yang akan datang.


Tentunya, ini bukan sekadar kerahasiaan data, tetapi juga potensi bisnis yang lebih baik, kenyamanan, kemudahan serta kepercayaan atau trust yang tinggi terhadap pemerintah. Pasalnya, negara lain pun kini menggunakan berbagai cara untuk menjaga agar dana-dana yang dimiliki warga negara Indonesia tetap tinggal di negara mereka, termasuk dengan memberikan iming-iming membayari uang tebusan.


Bahkan disebut-sebut sejumlah warga negara Indonesia ditawari menjadi warga negara di negara jiran, dan dibebaskan pajaknya. Ini mengindikasikan bahwa persaingan memperebutkan likuiditas begitu sengit di antara sesama negara di Asean.


Oleh sebab itu, apabila pemerintah tidak menyikapi informasi dan gejala tersebut dengan lebih pintar, potensi penerimaan yang dianggap besar tersebut bisa-bisa justru banyak yang akan lolos.


Apalagi, rezim perpajakan di Indonesia belum sepenuhnya nyaman, baik dari sisi tarif maupun transparansi. Diakui atau tidak, tarif pajak di Indonesia masih kalah bersaing dengan negara tetangga. Selain itu, sistem manajemen dan administrasi perpajakan juga masih banyak lobang di sana-sini, termasuk antara lain akibat sumberdaya manusia yang tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak dan potensi wajib pajak yang ada.


Program pengampunan pajak seyogianya berjalan berbarengan dan beriringan dengan reformasi perpajakan secara menyeluruh. Jangan sampai kita kehilangan momentum untuk memperbaiki rezim perpajakan yang banyak bolong di sana-sini.

Sumber : bisnis.com (18 Juli 2016)

Foto : bisnis.com




ARTIKEL TERKAIT
 

Layakkah Tarif Tebusan Tax Amnesty yang Diajukan?

Direktorat Jendral Pajak (Dirjen Pajak) menyebut tahun 2016 ini tahun penegakan hukum pajak, akan tetapi faktanya tidak demikian. Pemerintah secara resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty pada April 2016 lalu.selengkapnya

Barang dan Jasa yang Tidak Dikenai PPN

JENIS BARANG DAN JASA YANG TIDAK DIKENAI PPNselengkapnya



ARTIKEL TERPOPULER


SPT Masa PPh Pasal 23/26

SPT Masa PPh Pasal 23/26 Dasar Hukum : PER 53/PJ/2009 Berlaku : Nopember 2009selengkapnya

SPT Masa PPh Pasal 21/26

SPT Masa PPh 21/26 Tahun Pajak 2014 Dasar Hukum : PER 14/PJ/2013 Berlaku : 1 Januari 2014selengkapnya

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 07/PJ/2016

DOKUMEN DAN PEDOMAN TEKNIS PENGISIAN DOKUMEN DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGAMPUNAN PAJAKselengkapnya

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan PajakPerhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Tata Cara Penyampaian Surat PernyataanTata Cara Penyampaian Surat Pernyataan

Tata Cara Penyampaian Surat Pernyataan untuk memperoleh Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya



ARTIKEL ARSIP




ARTIKEL TERBARU :


Jangan Tertinggal Tax Amnesty di IndonesiaJangan Tertinggal  Tax Amnesty di Indonesia

Belum tau amnesti pajak / Pengampunan pajak ? mari kita pelajari bersama mengenai momentum yang luar biasa ini. Tax Amnesty di Indonesia ini menjadi moment yang besar karena efeknya langsung bisa terasa dan terlihat jelas pada tebusan yang sudah tercapai.selengkapnya

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 06/PJ/2016

PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-38/PJ/2009 TENTANG BENTUK FORMULIR SURAT SETORAN PAJAKselengkapnya

Bayar Pajak Dengan e-Billing Mudah dan PraktisBayar Pajak Dengan e-Billing Mudah dan Praktis

Pada 1 Juli 2016 ini, sistem penerimaan negara secara resmi menggunakan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G2). Sistem ini merubah pola pembayaran dari sistem manual ke billing system melalui layanan online.selengkapnya

Menghadang Efek Samping Tax AmnestyMenghadang Efek Samping Tax Amnesty

Meski mendapat sorotan karena dianggap terlalu luasnya objek pengampunan pajak, tarif tebusan yang terlampau murah, mau pun potensi pencucian uang, UU Tax Amnesty akhirnya diteken Presiden Joko Widodo pada 1 Juli 2016.selengkapnya

Sekilas Pengampunan PajakSekilas Pengampunan Pajak

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak.selengkapnya

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan PajakPerhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak

Perhitungan Uang Tebusan Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Tata Cara Penyampaian Surat PernyataanTata Cara Penyampaian Surat Pernyataan

Tata Cara Penyampaian Surat Pernyataan untuk memperoleh Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Manfaat Pengampunan PajakManfaat Pengampunan Pajak

Manfaat Pengampunan Pajak adalah sebagai berikutselengkapnya

Formulir Pengampunan PajakFormulir Pengampunan Pajak

Formulir Pengampunan Pajakselengkapnya

Petunjuk Pengisian Formulir Pengampunan PajakPetunjuk Pengisian Formulir Pengampunan Pajak

Petunjuk Pengisian Surat Pernyataan Harta (Formulir Pengampunan Pajak)selengkapnya



KATEGORI ARTIKEL :


TAGS # :