Kunci Pertama itu adalah Peduli

Selasa 8 Mar 2016 10:14Administratordibaca 586 kaliArtikel Pajak

Ibu Sarimpi

Akhirnya kaki ini bisa menapak di bumi ranah minang untuk pertama kalinya, sepanjang perjalanan dari Padang menuju Bukit Tinggi terhampar pemandangan hijau nan indah. Di sisi lain berjajar warung-warung makan, toko cindera mata dan kerajinan serta toko yang menjual oleh-oleh makanan khas daerah. Menikmati lika-liku dan suasana perjalanan, menghela nafas dalam sesaat, memori ini kembali teringat pertemuan dengan seorang yang sederhana dan bersahaja yang menyampaikan kata-kata “Pokoke kulo niku sekedhik-sekedhik pengin ngabekti negoro, kapurih makmur. Menawi negoro niku makmur, kulo nggih ndherek ngraosaken. Mergi dateng peken sakmeniko sampun sae, Alhamdulillah, lha pripun maleh wong kulo mboten sekolah, nggih sagedipun mbayar sekedhik.” (Terjemahan : Pokoknya saya itu walau sedikit demi sedikit ingin berbakti kepada negara, biar negara makmur. Kalo negara makmur, saya pun juga ikut merasakan/menikmati. Jalan menuju pasar sekarang sudah bagus. Alhamdulillah, lha bagaimana lagi karena saya tidak sekolah, bisanya bayar cuma sedikit) Sosok sederhana dan bersahaja itu bernama Sarimpi, Wajib Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang.

Mbok Sarimpi begitu nama tenarnya, berjualan bumbu dapur di pasar Pakis, Magelang. Jangan dibayangkan kalo Mbok Sarimpi ini punya kios ataupun lapak, hanya selembar terpal dari karung goni selebar 1 x 2 meter tergelar di depannya dengan menyajikan bawang putih, bawang merah, dan bumbu dapur lainnya. Omset yang diperolehnya maksimal kurang lebih sekitar Rp. 30.000,- per hari. Namun dengan keterbukaan hati dan kepeduliaannya kepada negara ini, dia berkomitmen untuk menjadi warga negara yang baik dengan cara mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak. Sarimpi mengakui dengan jujur bahwa dia mempunyai penghasilan yang tidak seberapa tapi karena ada rasa keinginannya untuk bermanfaat bagi sesama dan bagi negara, Mbok Sarimpi dengan tertib dan disiplin menyisihkan 1% dari penghasilannya setiap hari atau Rp. 300,00 rupiah dan menyetorkan ke kantor pos setiap bulannya sekitar Rp. 10.000,00 sampai dengan Rp. 15.000,00 sejak tahun 2013. Mungkin bagi sebagian kita nilai tersebut hanyalah seharga semangkuk bakso tapi bagi seorang Sarimpi tentunya berbeda.


Keterbukaan hati kita untuk peduli dan berperan lebih kepada negara ini menjadi kunci pertamanya, kunci ini sangat dibutuhkan untuk saat ini dan masa depan Indonesia. Sebagai gambaran dana yang disetorkan oleh Mbok Sarimpi tahun lalu, bila kita hitung minimal sekitar Rp. 120.000,00 setahun, dana itu tercatat masuk dalam penerimaan pajak yang menembus rekor Rp. 1.061 Triliun tahun lalu. Sekalipun sedikit tentunya akan menjadi “bukit” dan memberikan arti bagi negeri dan anak cucu nanti. Andai ada seratus, seribu, sejuta bahkan ratusan juta warga negara yang mempunyai semangat dan jiwa seperti Sarimpi tentunya negara ini menjadi kuat dan mandiri.

Pengeluaran untuk pembangunan membutuhkan dana yang besar, lebih dari 70%nya dana APBN dibiayai dari pajak, dan target penerimaan pajak yang dibebankan kepada Ditjen Pajak selalu naik setiap tahunnya (red : tahun 2015 Rp. 1.294 Triliun dan Rp. 1.360 Triliun tahun ini). Selama ini penerimaan pajak ditopang sebagian besar oleh pembayaran pajak dari perusahan-perusahan besar yang ada di negara ini termasuk perusahaan asing yang menanamkan investasinya di Indonesia, itupun belum bisa mencukupi pengeluaran negara untuk membangun infra struktur, membayar hutang dan belanja lainnya. Apakah akan selamanya penerimaan pajak ini bergantung pada perusahaan-perusahan besar tersebut?.


Kekuatan perekonomian negara ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen di negara ini, baik secara sistem maupun dari warga negaranya yaitu para birokrat, pengusaha, sampai dengan warga negara kecil seperti Mbok Sarimpi. Saatnya bergotong royong membangun negara ini dengan membayar pajak, kepedulian kita, berkomitmen, jujur dan disiplin dengan menyisihkan apa yang menjadi hak negara, karena pajak milik kita bersama.


Artinita Monowida
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak


Sumber : pajak.go.id
Foto : @PajakSolo




ARTIKEL TERKAIT
 

Tahukah, Lebih dari 84% Anggaran Negara Berasal dari Pajak

Penerimaan Perpajakan tahun 2016 yang ditargetkan sebesar 1.546,7 triliun rupiah akan menjadi tulang punggung berjalannya APBN 2016. Penghitungan yang cermat akan mendapatkan penerimaan negara dalam postur APBN 2016 sebesar 84,86 % dari Pajak.selengkapnya

SURAT EDARAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015

KEWAJIBAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI OLEH APARATUR SIPIL NEGARA/ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA/KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA MELALUI e-FILINGselengkapnya



ARTIKEL TERPOPULER


SPT Masa PPh Pasal 23/26

SPT Masa PPh Pasal 23/26 Dasar Hukum : PER 53/PJ/2009 Berlaku : Nopember 2009selengkapnya

SPT Masa PPh Pasal 21/26

SPT Masa PPh 21/26 Tahun Pajak 2014 Dasar Hukum : PER 14/PJ/2013 Berlaku : 1 Januari 2014selengkapnya

Jatuh Tempo Pelaporan dan Pembayaran Pajak

Sudahkah Anda mengetahui kapan Anda harus melaporkan dan membayarkan Pajak anda?selengkapnya

SPT Masa PPh Pasal 22

SPT Masa PPh 22 Dasar Hukum : PER 53/PJ/2009 Berlaku : 1 Nopember 2009selengkapnya

Kode Akun Pajak 411128 Untuk Jenis Pajak PPh Final

Kode Jenis Setoran Akun Pajak 411128 Untuk Jenis Pajak PPh Finalselengkapnya



ARTIKEL ARSIP




ARTIKEL TERBARU :


Update Aturan Pajak PMK NOMOR 244/PMK.03/2015

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PMK NOMOR 244/PMK.03/2015selengkapnya

Update Aturan Pajak PMK NOMOR 156/PMK.010/2015

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PMK NOMOR 156/PMK.010/2015selengkapnya

Update Aturan Pajak PMK NOMOR 196/PMK.010/2016

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PMK NOMOR 196/PMK.010/2016selengkapnya

Update Aturan Pajak PER - 11/PJ/2017

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PER - 11/PJ/2017selengkapnya

Update Aturan Pajak PMK NOMOR 207/PMK.010/2016

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PMK NOMOR 207/PMK.010/2016selengkapnya

Update Surat Edaran SE - 02/PJ/2015

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan SE - 02/PJ/2015selengkapnya

Update Aturan Pajak PER - 01/PJ/2017

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PER - 01/PJ/2017selengkapnya

Update Aturan Pajak PP No 40 TAHUN 2009

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PP No 40 TAHUN 2009selengkapnya

Update Aturan Pajak PP No 123 TAHUN 2015

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PP No 123 TAHUN 2015selengkapnya

Update Aturan Pajak PER - 16/PJ/2016

Kami informasikan perubahan aturan terkait dengan terbitnya aturan PER - 16/PJ/2016selengkapnya



KATEGORI ARTIKEL :


TAGS # :